Pasca Pembakaran, Warga Desa Bakar Mengungsi

Rus Akbar, Jurnalis
Kamis 01 Mei 2008 17:51 WIB
Share :

JAKARTA - Sebagian warga yang menetap di perbatasan Desa Saniang Bakar dan Desa Muaro Pingai, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, mulai memutuskan mengungsi. Kejadian ini menyusul kasus pembakaran terhadap delapan rumah warga pada Kamis (1/5/2008) siang tadi.

Wan Awe (42), penduduk asal Desa Saniang Bakar mengungkapkan, dirinya memilih meninggalkan rumah untuk mengantisipasi meluasnya aksi kekerasan antara kedua desa. "Kami hendak mengantisipasi agar tidak terjadi keributan susulan dari pihak Muaro," kata Wan Awe kepada okezone.

Saat ditemui, Wan bersama sanak keluarga yang terdiri dari lima orang. Keluarga Wan Awe menetap di dua rumah yang berbeda di perbatasan desa. Mereka membawa harta benda, seperti televisi, kasus, perlengkapan dapur dan alat-alat lain yang bernilai tinggi.

"Kami akan bawa keluarga ke dalam Desa Saniang Bakar yang lebih ramai. Karena kondisi di perbatasan ini sudah sepi," kata dia.

Selain keluarga Wan Awe, ada sejumlah keluarga lainnya yang memutuskan pindah rumah untuk sementara waktu.

Sementara itu, situasi di perbatasan sudah mulai kondusif. Tidak tampak lagi konsentrasi massa di sana. Tapi, penduduk Desa Saniang Bakar, terlihat berjaga-jaga di rumah masing-masing. Umumnya, mereka memegang senjata, seperti balok kayu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya