YOGYAKARTA - Pemerintah diharapkan untuk lebih berhati-hati menyelidiki mengenai keaslian pengakuan dari Andaryoko Wisnu Prabu yang mengaku sebagai pahlawan pembela tanah air (PETA) Supriyadi.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap, pemerintah tidak tergesa-gesa memberikan pernyataan mengenai "Supriyadi" ini, mengingat keberadaanya sudah puluhan tahun menghilang. Apalagi makamnya pun sampai sekarang tidak ada.
"Supriyadi ini kan sudah lama nggak jelas keberadaannya, termasuk makamnya. Dan sekarang tiba-tiba muncul," kata Sultan di Kepatihan Yogyakarta, Sabtu (16/8/2008).
Menurut Sultan jika pemerintah tergesa-gesa sehingga menimbulkan kekeliruan terhadap keberadaan Andaryoko, akan menciptakan kondisi yang kurang baik, khususnya mengenai masalah kesejarahan. Selain itu tentu akan banyak kalangan menertawakan pemerintah yang salah menyatakan apakah Andaryoko benar Supriyadi atau bukan.
"Kalau keliru, implikasinya ya pemerintah akan ditertawakan oleh banyak pihak," ungkap Sultan.
Sementara itu, hari ini bertempat di Toko Buku Gramedia Yogyakarta, Andaryoko Wisnu Prabu memberikan testimoninya. Ia dijadwalkan datang dengan Baskara T Wardaya penulis '"Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno". Acara ini cukup menyedot perhatian masyarakat Yogyakarta dari berbagai golongan.
(Lusi Catur Mahgriefie)