JAKARTA - Keberadaan badan amal, zakat, infaq, dan sadakah (BAZIS) sejatinya untuk menjaga martabat para penerima zakat. Sehingga para penerima zakat tidak merasa terhina karena menerima zakat. Bahkan, kasus tragedi zakat di Pasuruan sesungguhnya tidak perlu terjadi.
Demikian disampaikan Coorporate Secretary Badan Amal Zakat Al-Azhar, Suryaningsih saat berbincang dengan okezone di Gedung BAZ Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (18/9/2008). "Tragedi zakat di Pasuruan itu namanya pameran kebajikan," tukasnya.
Dia berharap kejadian serupa tidak akan terulang. Pasalnya, peristiwa tersebut tidak hanya menyakiti fisik fakir miskin, tapi juga perasaan mereka. Â "Sekian tingginya angka kemiskinan sehingga membuat orang berupaya memeroleh zakat," ujarnya.
Seharusnya, kata Suryaningsih, orang yang mau berzakat harus mempersiapkan secara baik. Berapa jumlah orang yang akan diberi, bagaimana teknisnya, hingga perhitungan keamanannya.
"Seharusnya kejadian di Pasuruan dapat diantisipasi apabila individunya mempersiapkan segala sesuatunya secara baik karena niat baik belum tentu hasilnya baik pula," pungkasnya.
(Muhammad Saifullah )