BALIKPAPAN - Sebanyak 2,3 juta lebih masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) hari ini, Kamis (23/10/2008) melaksanakan hak pilih untuk menentukan gubernur yang akan memimpin Kaltim periode 2008-2013.
Pilgub ini  hanya diikuti dua pasangan calon yakni pasangan Awang Faroek-Farid Wadjdy dan  Achmad Amins- Hadi Mulyadi.
Cagub Awang Faroek mencoblos di Kota Sangata, sementara cagub Achmad Amins mencoblos di Kota Samarinda.
Pilgub ini akan digelar serentak di 14 Kabupaten/kota yaitu  4 Kota Balikpapan, Samarinda, Tarakan dan Bontang serta 10 kabupaten yakni Kutai timur, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Paser, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, Malinau, Nunukan dan Tanah tidung Kalimantan timur.
Pemantauan di sejumlah lokasi TPS di kota Balikpapan sejak pukul 08.00-09.30 TPS terlihat masih sepi. Sejumlah pemilih yang ditemui mengaku baru mencoblos diatas jam 09.00 Wita. "Hujan mas jadi agak siangan," ujar Noor warga Balikpapan.
Sementara Pengamanan Pilgub Kaltim ini polisi menerjunkan 5.000 lebih personel dibantu satuan TNI dan Linmas. Pengamanan ini juga menerjunkan satuan anti teror dan anjing pelacak. Pengamanan diprioritaskan di TPS-TPS dan obyek vital nasional.
Pilgub Kaltim putaran II ini dilaksanakan karena pada putaran pertama 26 Mei, dari 4 pasangan calon tidak ada satu pasangan cagub/cawagub yang memperoleh suara 30% plus 1 seperti yang diatur dalam UU 12 tahun 2008.
Pasangan nomor urut 1 Awang Faorek-Farid Wadjdy (AFI) yang diusung 15 parpol (PPP, PAN, Demokrat, PBB, PDS, PNBK, Partai Persatuan Nahdatulummah Indonesia, Partai Buruh Sosial Demokrat, Partai Karya Peduli Bangsa, Partai Perhimpunan Indonesia Baru, Partai persatuan Daerah, Partai Penegak demokrasi Indonesia, Partai Marhaenisme dan Partai Merdeka, PDK ) hanya memperoleh 28,90%.
Dan pasangan nomor urut 2, yakni Nursyirwan Ismail-Heru Bambang 19 % lebih diusung PDIP dan pasangan nomor urut 3 Achmad Amins-Hadi Mulyadi (AHAD) yang diusung PKS, PKB, Patriot, Pelopor dan PBR hanya memperoleh suara 26,90% sedangkan nomor urut 4 yakni Jusuf SK-Luther Kombong yang diusung Partai Golkar hanya memperoleh 25 %.
(Fitra Iskandar)