JAKARTA - Jam masuk sekolah dimajukan lebih awal, resmi diberlakukan hari ini. Meski banyak siswa yang masih terlambat datang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana kembali menyosialisasikan pemajuan jam kerja bagi pegawai swasta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengaku, minggu depan Pemprov akan melakukan sosialiasi kepada pimpinan pegawai swasta. "Pamintori (lembaga survei) sudah saya telepon dan dia bersedia," ujarnya sebelum rapat paripurna di lantai III Gedung DPRD Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (5/1/2008).
Namun begitu, Prijanto tidak menyebutkan secara rinci pemajuan jam kerja tersebut. Hal ini dilakukan untuk kembali menekan kemacetan di Jakarta.
Menurut Prijanto, dari 100 persen jumlah total perjalanan perhari, terdapat 20,7 juta perjalanan. Jumlah itu terdiri dari 30 persen itu jam anak sekolah dan guru, 30 persen PNS dan swasta, serta 30 persennya aktivitas belanja, ke pasar dan lain-lain, dengan selisih antara ketiganya sebanyak 30 menit.
Prijanto mengaku, tidak membantah jika manusia memang memiliki ego yang selalu menentang perubahan. Namun, pemprov akan terus mengevaluasi dan memantau kebijakan ini. "Sederhana saja, mari kita gunakan jalan secara bergantian dengan mengubah perilaku manusia," ujarnya.
Disinggung mengenai jam sekolah yang mulai diberlakukan hari ini, Prijanto mengaku, selain untuk mengurangi kemacetan, hal ini juga dilakukan untuk membangun akhlak dan budi pekerja mulia bagi para siswa.
"Dalam arti, jam masuk sekolah ini mempunyai korelasi terhadap pembangunan Sumber Daya Manusia, jadi sekali tekuk dua kali pekerjaan dilakukan," pungkasnya.
(Dede Suryana)