SIDOARJO - Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, SMUN 2 Sidoarjo, Jawa Timur dikenal angker. Cap angker ini, memang bukan tanpa alasan. Puluhan guru dan siswa di sekolah meninggal karena sakit yang terbilang mendadak.
Di lahan tempat berdiri gedung sekolah, juga sempat disinyalir terdapat medan magnet yang berpengaruh terhadap kesehatan guru dan siswa.
Namun, apakah kematian guru dan siswa ini ada kaitannya dengan medan magnet atau hal gaib hingga kini tak terjawab. Kebanyakan guru SMAN 2 Sidoarjo itu meninggal karena mengidap penyakit kanker. Mulai tahun 1989 ada sekira 20 guru yang menderita bermacam penyakit. Tujuh di antaranya meninggal dunia dalam usia relatif muda.
Mereka adalah Dra Endang Indrawati, meninggal karena kanker kelenjar endokrin pada tahun 1989. Dra Asmaningsing di tahun yang sama, Erning Suparti Tamsi tahun 1998 dan Dra Endang Suhartuti tahun 1998. Mereka menderita kanker payudara.
Korban selannjutnya adalah Harjono Hardjowarsito tahun 2001 karena kanker naso faring dan Drs Alexander Subiyanto meninggal 2005 karena stroke. Staf TU Haryanto juga meninggal dunia di tahun yang sama.
Kematian guru ini sempat menimbulkan spekulasi. Sejumlah kalangan menghubung-hubungkan dengan medan magnet bumi yang konon ada di perut bumi, di atas gedung sekolah itu berdiri. Ada pula isu yang meruncingkan isu bahwa di sekolah itu ada sebuah kerajaan makhluk halus (jin).
"Sejauh ini hanya isu, ada yang mengatakan di bawah gedung sekolah merupakan medan magnet sampai ada yang menghubungkan dengan gaib. Tapi pada intinya, kita tidak percaya jika meninggalnya beberapa guru dikaitkan dengan gaib atau medan magnet," ujar salah guru setempat.
Namun, komentar beberapa warga yang tinggal disekitar SMUN 2, mengatakan bahwa kawasan yang ditempati SMUN 2 tersebut memang angker. "Biasanya siswa baru sering melihat hal-hal aneh, seperti penampakan ibu menggendong bayi dan lain-lain," ujar salah satu penjual makanan yang berada disekitar sekolah.
Pendapat yang sama juga disampaikan warga lainnya. Menurut mereka makhluk halus itu bercokol di pos keamanan di bagian depan sekolah. "Dari kakek saya, sudah sering bercerita kalau dikawasan yang digunakan SMUN 2 itu angker," ujarnya.
Namun, penuturan beberapa warga terkait adanya makhluk halus di sekolah itu dibantah oleh Karmadi, seorang penjaga sekolah. Pria yang akrab dipanggil Pak Di ini mengaku tidak pernah melihat apa pun hal ganjil di sekolah itu.
"Saya sekira 10 tahun kerja di sekolah ini dan tidak pernah bertemu dengan makhluk halus apa pun," bantahnya.
Kendati demikian, isu kematian guru dan siswa yang dikaitkan dengan hal-hal gaib ini, tampak turut mempengaruhi Kepala Sekolah SMUN 2 Titik Sunarni. Dia pernah mengirim surat ke Dinas Pendidikan Nasional Pemkab Sidoarjo untuk permintaan relokasi gedung sekolah. Meskipun alasan mistis ini disangkal oleh Titik.
"Lokasi SMUN 2 kurang memadai, makanya kita minta direlokasi. Dan ini tidak ada kaitannya dengan mistis-mistis itu," tandas Titik Sunarni.
(Dede Suryana)