Gedung Disegel, Molluca TV Tidak On Air

, Jurnalis
Senin 01 Juni 2009 14:44 WIB
Share :

AMBON - Hampir 30 karyawan Molluca TV di Ambon, Maluku, dilanda kebingungan.  Gedung kantor mereka disegel.  Akibatnya, sudah tiga hari ini, TV swasta itu tidak mengudara.  Para karyawan terpaksa membuka posko darurat untuk sekadar kumpul-kumpul.

Gedung Molluca TV di Jalan Diponegoro Ambon itu disegel Direktur Utama Daniel Sohilait. Para karyawan sempat kaget, tapi mereka tidak melakukan perlawanan. Penutupan terjadi Sabtu 30 Mei 2009 malam pukul 20.00 WIT.

Satu jam sebelumnya, Sohilait yang juga sebagai salah satu pemegang saham PT Maluku Televisi Indonesia, datang ke gedung itu bersama sopir pribadi  Syukur dan seorang pria bekas dosen Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti)bernama Simon.

Sekira pukul 19.30 WIT, Sohilait menyuruh Syukur masuk ke kantor. Sambil membawa gembok, Syukur menemui petugas sekuriti Yusuf Mundiahi.Ia memberitahu, mendapat perintah dari bos untuk menutup gedung tersebut.

"Pak Sohilait menyuruh saya menutup gedung ini," kata Syukur.

Yusuf lantas memberitahu beberapa karyawan di ruang master control. Merol Mawa dan Charles Maliombo yang bertugas di sana terkejut mendapat kabar tersebut.  Apalagi, saat itu sedang berlangsung siaran program berita Halo Ambon Petang di mana presenter Ethly Alfaris sedang membaca berita-berita liputan para wartawan Molluca TV.

Sekira pukul 19.40 WIT, Sohilait dan Simon turun dari mobil. Sohilait meminta sekuriti membuka pintu ruang kerjanya.  Tapi lantaran tak ada kunci, pintu ruang kerjanya batal dibuka.

Karyawan Molluca TV Marthen Souissa menemui Sohilait. Ia memohon kesediaan menunda penutupan gedung sampai selesai program berita Halo Ambon. Sohilait bersikukuh siaran segera dihentikan.

"Pokoknya saya tidak mau tahu.  Kalau sudah selesai berita, semua keluar. Pintu mau ditutup sekarang," desaknya. 

Setelah selesai program Halo Ambon, petugas di ruang master control Merol Mawa sempat hendak bertahan di lantai tiga.  Namun dia akhirnya turun juga ke lantai satu. Apalagi anak buah Sohilait bernama Simon marah-marah dari lantai satu sampai lantai tiga.

"Hei, cepat keluar.  Kita mau tutup ini kantor," kata Simon dengan kasar. 

Merol Mawa lantas menanyakan Sohilait tentang kelanjutan siaran Molluca TV.  Tapi Sohilait tetap bergeming TV itu ditutup.  Alasannya, dia sudah memberi waktu selama dua minggu untuk penutupan TV ini.

Selain itu, Sohilait mengaku berhak menutup operasional TV tersebut. "Saya pemilik di sini, bukan siapa-siapa.  Saya berhak menutup ini," kata Sohilait.

Pukul 20.00 WIT, seluruh karyawan sudah berada di halaman gedung Molluca TV.  Syukur lantas memasang sebanyak lima gembok pada setiap pintu.  Setelah itu, Sohilait dan Simon  pergi bersama sopir Syukur. 

Sekira setengah jam kemudian, Simon dan Syukur kembali lagi.  Kali ini Syukur memasang gembok di pintu pagar.  Akibatnya para karyawan yang tadinya bertahan di teras kantor, menyingkir ke tepi jalan dan tempat fotokopi di seberang jalan.

Ketika penutupan ini berlangsung, Direktur Pelaksana Molluca TV Willem Likumahua tidak berada di kantor.  Ia sedang berada di Jakarta.

Jurnalis Ahmad Pical memberitahukan penutupan gedung itu kepada Likumahua.  Meskipun terkejut, Likumahua langsung memutuskan kembali ke Ambon.  Ia tiba di Ambon Minggu (31/5/2009) siang.

Komisaris Utama PT Maluku Televisi Indonesia Bambang Santoso yang berada di Jakarta, juga diberitahu tentang permasalahan yang terjadi di Molluka TV.  Santoso memutuskan ke Ambon hari Selasa 2 Mei 2009.

Para karyawan dan wartawan Molluca TV terpaksa menjadikan rumah pribadi Willem Likumahua sebagai kantor darurat, selama persoalan yang menimpa Molluca TV masih dalam proses penyelesaian.

Dari kantor darurat di Jalan Ahmad Yani Ambon, para karyawan merencanakan dialog dengan pendiri dan pemilik PT Maluku Televisi Indonesia.  Menurut Likumahua, agenda pertama yang akan dilakukan adalah menemui Sohilait.   

Dua karyawan yakni Meta Picarima dan Agustina Tetelepta ini ditugaskan bertemu Sohilait.  Keduanya akan melakukan pendekatan supaya Molluca TV dapat dibuka kembali.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya