BOGOR - Â Meski diakhirhayatnya Dani Dwi Permana melakukan tindakan yang menyebabkan sejumlah orang tewas di Hotel JW Marriott, namun sejumlah warga di lingkungan tempat tinggal Dani tampaknya mengenang Dani sebagai sosok pemuda yang baik.
Hal itu terlihat saat prosesi pemakaman Dani di TPU Sasak Telaga Kahuripan Gugus Chandraloka, Kemang, Parung, Bogor Rabu siang ini (12/8/2009) di mana ratusan warga terlihat mengiringi Dani hingga ke pembaringan terakhirnya.
Sebelumnya sekira 200 warga ikut menyalatkan jenazah Dani di Masjid As-Surur, di mana semasa hidupnya, Dani sering mengumandangkan azan dan membantu membersihkan masjid tersebut.
Sementara itu proses pemakaman diwarnai isak tangis keluarga. Kakak korban Jaka, sempat pingsan dan harus digotong ke tempat yang teduh. Ibu korban, Tini juga terlihat tak kuasa menahan haru dan tersedu-sedu di atas pusara anaknya.
Saat  penyampaian pesan dari pihak keluarga yang diwakili Jaka, keluarga meminta kepada seluruh warga yang hadir di pemakaman, agar menghubungi keluarga, jika semasa hidup Dani masih mempunyai sangkutan utang-piutang.
Keluarga juga meminta maaf atas tindakan Dani apabila menyinggung perasaan umat atau warga Kahuripan. "Saya mewakili keluarga meminta maaf apabila ada kesalahan yang diperbuat Dani baik disengaja maupun tak disengaja," ujar Jaka.
Setelah prosesi pemakaman yang juga dijaga Densus 88 ini, keluarga Dani tampak diberi pengawalan khusus oleh para anggota karang taruna lingkungan setempat sehingga wartawan kesulitan untuk mendekat.
Ibunda Dani, Titin kemudian diungsikan ke salah satu rumah warga di Blok DD No 12 perumahan tersebut. Sedangkan di rumah Dani di RT07/10 tampak sepi. Tidak ada aktivitas apapun di rumah bercat kuning tersebut.
(Fitra Iskandar)