Rusdi Hamid, Mertua Noordin M Top. (The Star)
KUALA LUMPUR - Keluarga di Malaysia mengaku sudah cuci tangan dengan permasalahan Noordin M Top terkait keterlibatannya dalam serangkaian aksi pengeboman di Indonesia sejak 2002.
"Anak menantu saya (Noordin) adalah masalah besar dibanding masalah lainnya," ungkap Rusdi Hamid, mertua Noordin seperti dikutip New Straits Times, Rabu (12/8/2009).
"Apa pun yang terjadi, terjadilah. Kami serahkan takdirnya kepada Allah," kata Rusdi sebelum diumumkan hasil tes DNA atas korban tewas dalam penggerebekan di Temanggung, Jawa Tengah. Sebelumnya korban tersebut diduga Noordin.
"Kalaupun dia tewas, tidak akan berpengaruh kepada keluarga. Dia sudah meninggalkan kami 8 tahun lalu tanpa menghubungi," tuturnya.
Sebelum Mabes Polri mengumumkan korban tewas dalam penggerebakan tersebut, sudah banyak spekaulasi beredar, bahwa orang tersebut bukan Noordin.
Beberapa kejanggalan yang dilontarkan pengamat di antaranya, tidak mungkin Noordin ditangkap dengan mudah. Selain itu tidak ditemukan bom di sekitarnya.
Selain itu, berdasarkan informasi dari sumber dalam Mabes Polri, beberapa tes DNA yang dilakukan, menunjukkan ketidakcocokan sample pembanding DNA yang diambil dari keluarga Malaysia. Sidik jari pun tidak menunjukkan kecocokan.
Awalnya, Rusdi Simpatik dengan Noordin sehingga dia memberi izin menyuting anaknya. Apalagi saat itu Noordin cukup terpandang di masyarakat karena menjadi kepala sekolah sebuah pesantren.
Namun pada 2001, Noordin meninggalkan keluarga yang tinggal di selatan Malaysia tersebut tanpa meninggalkan sedikit pun uang kepada istri dan tiga anaknya. Ketiga anak Noordin, kini berusia masing-masing 10, 9, dan yang paling kecil 8 tahun.
"Tugas saya sekarang adalah menjaga anak dan tiga anaknya. Seluruh dunia kini mencarinya. Saya tidak berpikirakan bertemu kembali dengannya. Saya bahkan tidak tahu akan bicara apa dengannya jika bertemu hidup-hidup," ungkapnya.
(Anton Suhartono)