MEDAN - Jika masyarakat Maluku protes karena tidak ada putera terbaiknya yang direkrut dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, warga Sumatera Barat justru bersuka cita. Pasalnya empat putera dan puteri Sumbar dipilih Presiden sebagai pembantunya dalam lima tahun ke depan.
Keempat menteri baru tersebut adalah Menteri Dalam Negeri yang mantan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari dan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, yang masih berdarah Bukittinggi.
Kendati demikian, kegembiraan kedaerahaan ini dinilai tidak perlu ditanggapi berlebihan. "Karena Mereka bukan menteri Sumbar. Peranan-peranan mereka sebagai menteri nantinya tidak ada kaitannya dengan Sumbar sebagai daerah otonom," ujar Politisi Golkar Indra J Piliang kepada okezone, Jumat (23/10/2009).
Menurut Indra, terpilihnya mereka juga tidak akan memberikan dampak secara langsung kepada daerah yang kini tengah berbenah akibat gempa 30 September lalu itu. Mengingat, persoalan yang akan dipikirkan mereka adalah Indonesia secara keseluruhan.
Indra juga meragukan peranan keempatnya bagi Sumbar dalam posisi kementerian masing-masing. "Karena yang dibutuhkan Sumbar saat ini adalah di bidang perekonomian," katanya.
(Dede Suryana)