nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kerugian Materi Akibat Gempa Solok Selatan Capai Rp25 Miliar

Antara, Jurnalis · Sabtu 02 Maret 2019 00:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 01 340 2024714 kerugian-materi-akibat-gempa-solok-selatan-capai-rp25-miliar-BWFvcjIxoh.JPG Bangunan rumah rusak akibat gempa di Solok Selatan, Sumbar (Foto: Rus Akbar/Okezone)

PADANG ARO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan, Sumatera Barat memperkirakan kerugian materil akibat gempa bumi yang terjadi beberapa hari lalu mencapai Rp25,6 miliar. Angka itu diperoleh berdasarkan taksiran biaya kerusakan ratusan bangunan yang rusak akibat gempa.

"Setelah dilakukan pendataan pasca-gempa terdapat 479 unit rumah rusak beserta 15 unit fasilitas umum rusak ringan hingga berat dengan kerugian sekitar Rp25,6 miliar," kata Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria, seperti mengutip dari Antaranews, Jumat (1/3/2019).

Kerugian terbanyak dialami oleh Nagari Sungai Kunyit dan Sungai Kunyit Barat masing-masing mencapai Rp8,4 miliar, kemudian Ranah Pantai Cermian Rp4,1 miliar. Kemudian Nagari Talunan Maju Rp2,6 miliar, Nagari Bidar Alam Rp1,1 miliar, Nagari Lubuk Malako Rp634 juta dan Nagari Talao Rp115 juta.

Hingga Jumat malam, tercatat 116 unit rumah rusak berat, 152 rusak sedang dan 211 rusak ringan dan paling banyak di Kecamatan Sangir Balai Janggo. Selain itu juga ada fasilitas umum yang rusak berupa sekolah tujuh unit, sarana ibadah dan kesehatan masing-masing tiga unit serta kantor pemerintah dan kios pasar masing-masing satu unit.

Muzni menambahkan, rumah dengan kerusakan parah akan dibantu oleh Kementerian PUPR dan mereka sudah mengerahkan timnya. "Dirjen Perumahan sudah menerjunkan langsung petugas ke lapangan untuk mendata rumah yang akan dibantu tetapi kalau mereka butuh data kami juga ada," kata dia.

Rumah Rusak di Solok Selatan

Dia juga berterimakasih karena pemerintah pusat memberikan respons cepat terhadap bencana Solok Selatan dan berniat membatu rumah rusak berat. Bilamana ada donatur yang ingin membantu lanjut Muzni, pihaknya siap memfasilitasi dengan data kebutuhan utama masyarakat saat ini.

Selain itu, ia juga meminta petugas lapangan untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat korban gempa seperti tenda makanan dan lainnya. "Kebutuhan masyarakat menjadi yang utama dan itu harus tersedia," tuturnya.

Sebagai informasi, korban luka yang masih dirawat hingga Jumat malam tercatat sebanyak 61 orang. Para korban ini tersebar di tiga kecamatan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini