JAKARTA - Banyak kalangan menilai pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semalam berbelit-belit dan tidak fokus pada jawaban yang ditunggu-tunggu masyarakat. Â
Demikian pula disampaikan Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menilai SBY tidak tegas dalam menyampaikan sikapnya.
"Harusnya Presiden menggunakan bahasa yang sederhana dan terang benderang biar masyarakat mudah memahami. Saya secara pribadi menunggu ketegasan SBY," ujar Pramono di DPR, Selasa (24/11/2009).
Dengan sikap SBY seperti itu, lanjut Pram, perhatian masyarakat akan kembali tersedot kembali untuk terus menunggu proses kemana penyelesaian yang akan dilakukan, terutama menyangkut perkara Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah.
"Masalah ini buang-buang energi bersama dan ini harus diselesaikan seperti program 100 hari. Ini sudah berjalan 30 harian, dan selama itu juga kita nonton cicak dan buaya," jelasnya.
Seharusnya, kata dia, persoalan ini tidak terjadi, mengingat Presiden sudah banyak berkonsultasi dengan pakar hukum, Ketua Mahkamah Agung (MA), dan Mahkamah Konstitusi (MK).
"Salah satu yang menjadi keraguan publik adalah apakah Kejagung dan Polri bisa melakukan apa yang diinginkan publik?" pungkasnya.
(Dede Suryana)