CHEYENNE -Pada Juni 2008 tiga gadis belia ditemukan tewas mengenaskan di kawasan reservasi suku asli Amerika di Wyoming. Hingga kini, tragedi ini masih menyimpan misteri yang belum juga ditemukan jawabannya.
Ohetica Win merupakan anggota suku Indian Northern Arapaho. Posturnya yang tinggi membuat gadis ini tampak lebih tua dari usia sebenarnya. Ketika tragedi Juni 2008 menimpanya, Ohetica baru menginjak usia 13 tahun. Ayahnya, James Gardner, tinggal di kawasan konservasi Wind River hampir sepanjang hidupnya. Pria ini termasuk pribadi yang sulit mempercayai orang-orang di sekitarnya.
Pada suatu malam di bulan Juni 2008 Ohetica meminta izin kepada Gardner agar diperbolehkan menginap di rumah seorang temannya. Selama ini, Gardner tidak pernah mengizinkan Ohetica bermalam di rumah temannya, siapa pun itu. Namun entah mengapa, kali ini Gardner meluluskan permintaan putrinya.
Mungkin karena Ohetica yang kerap dipanggil Elyxisâ€"bertingkah laku lebih sopan dari sebelumnya. Mungkin juga karena prestasi akademis Elyxis yang membanggakan. Elyxis lulus dari pendidikan sekolah dasar dengan nilai akhir yang bagus. Gadis ini juga berhasil melanjutkan pendidikannya di Riverton High yang didominasi siswa berkulit putih. Elyxis termasuk gadis yang sangat dekat dengan ayahnya.
Ke mana pun dia pergi, Gardner selalu ada di sampingnya. Ada yang menganggap Gardner terlalu protektif bahkan posesif. Yang jelas, Gardner punya alasan kuat atas semua perlakuan dan pemberlakuan dalam kehidupan Elyxis. "Saya memang protektif. Dia selalu bersama saya. Dia beranjak menjadi seorang gadis dan di luar sana banyak orang-orang jahat," ujar Gardner, staf perawatan mesin di Wind River Casino.
Namun, malam itu, Elyxis tidak pernah kembali ke rumahnya. Begitu juga dengan kedua temannya, Winter Rose Jenkins dan Alexandrea White Plume, yang seharusnya menginap bersamanya. Dua hari kemudian, tubuh kaku Elyxis dan Alex ditemukan di atas sebuah ranjang dalam sebuah rumah kecil di Beaver Creek. Sementara itu, tubuh Winter Rose terbujur sekitar 20 yard dari halaman belakang rumah.
Hasil penyelidikan baru tuntas sebulan kemudian. Keluarga korban akhirnya menerima laporan bahwa ketiga anak mereka meninggal karena kelebihan dosis methadone --obat untuk mengurangi rasa sakit akibat adiksi heroin. Tentu saja keluarga korban tidak mempercayai keseluruhan hasil temuan ini.
Mereka bergelut dengan pertanyaan, "Dari mana dan bagaimana ketiganya mendapat obat ini?" Tragedi yang menimpa Elyxis dan kedua temannya meninggalkan duka yang dalam bagi suku Northern Arapaho.
Biro Federal Investigasi (FBI) segera mengambil tindakan lanjutan. Pihak FBI mengumpulkan berbagai informasi dari keluarga korban dan masyarakat Northern Arapaho.
FBI lalu menahan dua remaja pria yang dianggap bertanggung jawab atas hilangnya nyawa tiga gadis Northern Arapaho. Karena dua tersangka masih berada di bawah umur, maka FBI dan Perwakilan Pengacara Amerika Serikat (AS) di Cheyenne enggan memberikan informasi seputar proses penahanan dan tempat mereka akan diadili. Keluarga tersangka juga tidak diperbolehkan mengungkap peristiwa penahanan ini kepada orang-orang terdekat, apalagi media massa.
"Saya ingin bicara tentang kejadian sebenarnya. Rumor itu tidak benar. Saya ingin orang-orang memahami bagaimana putraku sebenarnya," ujar ayah salah seorang tersangka.
Konservasi Wind River merupakan kawasan hunian bagi penduduk asli Wyoming, Northern Arapaho dan Eastern Shoshone. Sedikitnya 5.0000 Northern Arapaho mendiami kawasan Ethete, Arapahoe, dan Breaver Creek yang berada di sebelah timur Wind River.
(Nurfajri Budi Nugroho)