Menikmati Senja di Pantai Mapaddegat

Rus Akbar, Jurnalis
Selasa 05 Januari 2010 10:00 WIB
(foto: Rus Akbar)
Share :

MENTAWAI - Mapaddegat merupakan sebuah dusun yang ada di Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Daerah ini ukurannya kecil dan memiliki pantai yang mengarah ke barat.
 
Pantai Mapaddegat adalah oase bagi penghuni ibukota Kabupaten Kepulauan Mentawai, Tuapeijat karena letaknya hanya 1 KM dari ibukota Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi idola bagi warganya. Walaupun hanya menyajikan pantai dan ombak saja namun pantai ini sangat di gemari ketimbang pantai lain yang ada di desa Tuapeijat. Tiap Minggu orang memadati pantai tersebut.
 
Hari libur, Sabtu dan Minggu, tatkala sore dan senja menjelang matahari terbenam adalah waktu terfavorit bagi para pengunjung untuk datang ke Pantai Mapaddegat. Mereka datang secara per orangan atau berkelompok. Jalan kaki, bersepeda motor atau mengendarai mobil dan menumpang angdes (angkutan pedesaan).
 
Tua, muda, remaja, sampai anak-anak, lelaki perempuan senang sekali ke pantai ini. Mereka lalu mengambil tempat di pasir pantai yang lembut. Ada yang duduk memandang laut, ada yang bermain pasir, ada yang berbaring menikmati hembusan angin semilir, ada pula yang langsung buka baju dan menceburkan diri ke air laut yang tenang.
 
Selain itu pantai ini juga menyembunyikan keunikan tersendiri, bagi para peselancar yang baru belajar di pantai tersebut bisa belajar selancar, karena ombaknya tidak terlalu besar. Kawasan tersebut juga hanya memiliki pasir dan tidak berkarang sehingga lebih bebas untuk belajar selancar. Namun jika anda sudah bisa bermain di atas gelombang jarak sekitar dua mil dari pantai tersebut atau lebih ke tengah anda bisa bermain selancar dengan ombak yang lebih besar.
 
Tapi jika hanya ingin menikmati pantai saja cukup hanya melihat keindahaan pantai di Mapaddegat karena kondisi pantai bersih dan putih serta air lautnya masih bebas dari pencemaran, tapi jika anda ingin menikmati sunset pada sore hari pantai tersebut bisa dijadikan lokasinya karena saat matahari tenggelam dengan berteman kelapa muda terasa lengkap kenikmatan tersebut.
 
Rata-rata pantai di Mentawai masih natural belum banyak tangan-tangan yang mengusik keindahannya, tidak salah jika para turis asing tergila-gila dengan keindahan pantai di Mentawai, tidak hanya itu saja para turis lokal pun menjadi ketagihan bermain di Pantai Mapaddegat.
 
Wati (23) salah satu PNS yang berkunjung di daerah itu pada okezone mengatakan, sejak ia menjadi PNS di Mentawai pada tahun 2007, setiap hari libur ia bersama temannya meluangkan diri meninkmati sunset di pantai tersebut, tidak hanya itu setiap hari Minggu ia tidak absen ke lokasi wisata itu.
 
“Air lautnya sangat bersih enak mandi dan tidak gatal-gatal ketimbang di pantai Padang, selain itu daerahnya tenang damai tidak ada gangguan, pantainya bersih dan lebih asyik lagi jika kita menikmati sunset, wah indahnya pantai ini,” katanya.
Jika bosan bermain air atau tidak ingin berselancar, anda juga bisa bermain olahraga voli pantai.
 
Meski kawasan tersebut tidak memungut biaya atau tiket masuk, namun warga yang berkunjung tidak boleh sembarangan bersikap. Warga di sekitar tidak segan-segan menegur bahkan memberi sanksi kepada pengunjun yang kedapatan berbuat asusila atau mengenakan pakaian yang terlalu terbuka.
 
Dendanya cukup besar, mulai dari Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Uang denda tersebut akan dimasukkan ke kas dusun untuk pembangunan dusun tersebut.
Tapi di luar soal itu, pantai yang landai, berpasir halus, teluk yang tenang beriak kecil-kecil, deretan pohon kelapa yang menjadi pagar alami, membuat pengunjung betah di kawasan itu. Jadi sangat rugi jika anda berkunjung ke Mentawai di Tuapeijat tidak meluangkan diri ke pantai Mapaddegat.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya