Tour ke Singapura, Siswa Dipungut Rp5,5 Juta

Solichan Arif, Jurnalis
Selasa 19 Januari 2010 21:02 WIB
Share :

KEDIRI - Program kunjungan siswa ke Negara Singapura yang dijadwalkan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pare Kabupaten Kediri, dikeluhkan para wali murid yang memiliki putra-putri di sana.

Wali murid menilai iuran Rp5,5 juta per siswa sebagai biaya ke Singapura sangat memberatkan. Keluhan tersebut disampaikan sejumlah orang tua murid ke DPRD setempat. Wahyu, salah seorang wali murid siswa kelas II mengatakan, jika program tersebut disampaikan Kepala Sekolah Talkah kepada seluruh siswa unggulan.
 
90 siswa kelas satu, 60 siswa kelas dua, dan 90 siswa kelas tiga dengan rata-rata jumlah siswa 30 orang per kelas diimbau untuk mengikuti program itu. “Janji yang diberikan kepala sekolah adalah studi banding dan wisata bagi yang ikut,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (19/1/2010).
 
Bagi sebagian besar wali murid, rencana tersebut sangat berlebihan. Karenanya, mereka meminta DPRD untuk bisa memberikan solusi. “Karena tidak semua wali murid mampu melakukan itu,” terangnya.
 
Menanggapi aduan itu, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD Kabupaten Kediri, Iskak, membenarkan jika program studi banding tersebut berlebihan. Karenanya pihak sekolah harus melakukan peninjauan ulang. Sebab, meski bersifat tidak mengikat, program tersebut berpotensi menciptakan kesenjangan dan suasana ketidakadilan dalam mendidik siswa.
 
“Harus ditinjau ulang. Tidak perlu program semacam ini,” ujar Iskak. Bila memang studi banding sangat diperlukan, Iskak menyarankan pihak sekolah melakukan ke sejumlah tempat pendidikan unggulan di Jakarta, Yogyakarta, atau daerah lain di Indonesia.
 
Sementara Kepala Sekolah SMPN 2 Pare Talkah menjelaskan, jika program tersebut untuk memberikan wacana kepada siswa, termasuk pembelajaran bagi guru agar bisa mengadopsi sistem pendidikan luar negeri. Dalam hal ini menurutnya sekolah hanya menawarkan program eksklusif tersebut kepada siswa yang mampu, tanpa adanya tekanan apapun.
 
Rencananya, program ini akan dilaksanakan bersama sekolah lain di Tulungagung pada awal 2011 mendatang. “Dan ini merupakan program yang pertama bagi kami. Ini kita tawarkan bagi mereka yang mampu dan berminat,” ujarnya singkat.

(TB Ardi Januar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya