JAKARTA - Perbedaan pendapat antara 9 partai mitra koalisi mengenai pihak yang paling bertangung jawab dalam skandal Bank Century, kian hari kian meruncing. Demokrat dan PKB harus “bertarung” dengan 7 partai koalisi lainnya.
Namun, kekisruhan situasi ini ditanggapi santai Partai Demokrat. Menurut partai besutan Presiden Susilo Bambang Yduhoyono (SBY) ini, perbedaan pandaan ini tidak perlu dibesar-besarkan.
“Demokrat tidak perlu marah dengan pandangan mitra koalisi. Karena menurut kami masih ada waktu untuk mempertajam temuan-temuan tersebut dengan mendengarkan pihak-pihak yang paling tahu dan kompeten menjawab isu utama itu,” kata Sekjen Partai Demokrat Amir Syarifudin dalam pesan singkat yang diterima wartawan, Selasa (9/2/2010).
Menurut Amir, mengenai relevansi perubahan Peraturan Bank Indonesia terkait perubahan persyaratan CAR positif 8 persen dan penetuan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistenmik, harus dijawab dengan mengahadirkan masyarakat perbankan atau Perbanas dan pelaku bisnis atau Kadin.
“Perbanas dan Kadin harus diberi kesempatan Pansus demi terkuaknya kebenaran sejati,” jelas Amir.
Kalau hal ini diabaikan, lanjut Amir, akan berpotensi memunculkan isu dan dugaan miring bahwa sebagaian Anggota Pansus telah diperalat untuk mengkriminilasisi figur-figur yang mengusik kepentingan kelompok usaha besar tertentu.
(Dede Suryana)