JAKARTA - Pernyataan anggota Pansus Bank Century dari Fraksi PKS, Mahfuz Sidik soal 80 persen keterlibatan Boediono dalam skandal Bank Century dinilai terlalu prematur.
“Pernyataan seperti ini jelas masih prematur dan tidak kondusif. Sebagai mitra koalisi, sebaiknya FPKS lebih mengutamakan melalui upaya maksimal untuk mendapat fakta dan kebenaran dengan memanggil dan mendengarkan masyarakat perbankan sebelum melempar pernyataan ke publik,” ujar Sekjen Partai Demokrat Amir Sjamsudin melalui sambungan telepon, Selasa (9/2/2010).
Menurutnya apa yang disampaikan Mahfuz itu bisa menimbulkan kesan adanya penyesatan opini.
Sementara itu, anggota Pansus Century dari Partai Demokrat, Achsanul Qosasih, menegaskan, apa yang disampaikan Mahfuz tersebut hanya pandangan awal dan bukan kesimpulan final.
“Rasanya ini sikap awal yang kemungkinan Mahfuz Sidik tidak menerima informasi yang jelas mengenai informasi (apa yang sampaikan dalam pandangan awal) tersebut. Karena ini belum kesimpulan baru tahap awal,” jelas Achsanul di Gedung DPR hari ini.
Dia menambahkan dalam sepekan ini masih akan ada tukar pendapat antarfraksi.
“Satu minggu ini akan ada sharing informasi dan tukar pendapat antar fraksi untuk menghasilkan kesimpulan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Mahfuz menyatakan pihak yang paling bertanggung jawab dalam skandal Bank Century adalah Boediono dan Sri Mulyani dengan porsi masing-masing 80 dan 20 persen. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak terlibat.
Sikap politik PKS, kata Mahfudz, mengacu pada Perppu Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) bahwa Presiden SBY tidak terlibat dalam proses pengambilan kebijakan bailout.
Hal ini, menurut Mahfudz, sudah diakui oleh Sri Mulyani selaku mantan Ketua KSSK yang melaporkan ke Presiden via SMS, mengenai keputusan kebijakan bailout pada 21 November 2008. Sementara penanganan Bank Century sejak pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) sampai penetapan bank gagal yang ditengarai berdampak sistemik adalah sepenuhnya keputusan BI atau Boediono.
(Dian AF)