JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mengkaji kemungkinan penerapan lalu lintas sistem satu arah (SSA) di sejumlah ruas jalan.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta Dinas Perhubungan (Dishub) mendata sejumlah jalur yang menjadi langganan macet. Jika memungkinkan, jalur-jalur macet tersebut diterapkan pengaturan SSA. Fauzi mengakui, penerapan SSA di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, cukup efektif.
"Perubahan jalur seperti di Jatibaru sangat bermanfaat. Kalau pada hari pertama uji coba masih macet itu karena pengendara bingung. Sekarang sudah berjalan dengan baik," kata Fauzi di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (10/2/2010).
Meski demikian, pihaknya meminta Dishub melakukan kajian secara mendalam sebelum menerapkan SSA. Sebab, jika tidak melalui kajian mendalam dikhawatirkan menimbulkan persoalan baru. Pihaknya berharap dukungan dari masyarakat untuk kelancaran lalu lintas.
"Semangat penerapan jalur searah adalah untuk mengurai kemacetan lalu lintas," tandasnya.
Sementara itu, penerapan SSA di kawasan Tanah Abang akan dibuat permanen. Berdasarkan pantauan Dishub DKI, sejak diuji coba mulai Kamis 4 Februari 2010, pengaturan SSA terbukti efektif untuk mengurai macet. Indikasinya, penumpukan kendaraan yang selalu menjadi masalah di kawasan tersebut sudah teratasi.
Kepala Bidang Manajemen dan Teknik Rekayasa Lalu Lintas Dishub DKI Muhammad Akbar mengatakan, setelah seminggu diuji coba dengan SSA, kemacetan di kawasan Tanah Abang sudah terurai. Menurut dia, pada hari pertama pengaturan SSA memang sempat terjadi penumpukan kendaran, karena pengendara belum terbiasa.
Namun, setelah terbiasa dengan penumpukan kendaraan tak lagi terjadi. Akbar mengaku tidak ada lagi pengguna jalan yang menghentikan kendaraanya dan bertanya pada petugas. Terlebih petugas juga sudah memasang berbagai rambu lalu lintas guna memudahkan dan memberi petunjuk pada mereka.
"Kami akan menerapkan sistem satu arah di kawasan Tanah Abang ini secara permanen," kata Muhamad Akbar.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan Dishub, sejak SSA diterapkan, beberapa titik kemacetan seperti persimpangan Jatibaru, flyover Jatibaru hingga Jalan Brigjen Katamso baik pagi maupun sore kini sudah lancar.
Begitupun dengan kendaran dari Jalan Abdul Muis dan Jalan Budi Kemuliaan, yang biasanya macet total pada sore hari, kini juga lancar. Terusan Cideng dan arah jalan menuju Kebon Sirih kini juga relatif lancar saat pagi dan sore hari.
Untuk memperlancar lalu lintas di kawasan Tanah Abang, rencananya tiang lampu penerangan yang berdiri tegak di tengah Jalan Fakhruddin akan dipindahkan ke sisi kanan dan kiri. Dengan demikian, nantinya pengendara yang mau ke arah Slipi Jaya bisa langsung mengambil lajur kanan, sehingga tidak memacetkan jalan.
Setelah sistem SSA di Tanah Abang sukses, rencananya dalam waktu dekat Dishub akan melakukan kajian terhadap sejumlah wilayah yang rawan kemacetan. Beberapa titik yang dikaji yakni, persimpangan Tomang dan Senen. Tak menutup kemungkinan kedua wilayah tersebut akan diterapkan SSA.
"Kalau dari hasil kajian ternyata bagus, ya juga akan diberlakukan sistem satu arah," pungkasnya.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)