DENPASAR – Puluhan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Koalisi untuk Penyelamatan Bumi berunjukrasa menentang forum UNEP yang berlangsung di Nusa Dua, Bali.
Aksi itu berlangsung di depan Monumen Bajra Sandi, Jalan Puputan, Denpasar, Rabu (24/2/2010). Mereka juga membawa dua ekor babi lengkap dengan kandang yang terbuat dari rotan.
Pendemo lantas menggelar aksi teaterikal dengan melepas dua ekor babi dan selanjutnya ditangkap beramai-ramai. Begitu tertangkap, babi itu kemudian dimasukkan ke kandang.
“Penangkapan dua ekor babi itu sebagai simbol bahwa neoliberalismeharus dikandangkan,” ujar Juru bicara aksi, Wayan Gendo Suardana.
Menurut Gendo, pertemuan para menteri lingkungan hidup itu tidak lebih dari basa basi yang tidak akan menyelesaikan persoalan lingkungan. Sebaliknya, pertemuan hanya merupakan bentuk pengakuan terhadap neoliberalisme lingkungan hidup yang dilakukan oleh rezim SBY-Boediono.
Dalam tuntutannya, pengunjukrasa mendesak pemerintah Indonesia berhenti menggunakan gaya diplomasi pengemis. Mereka juga menuntut pemerintah untuk segera menghentikan peracunan warga negara melalui pelarangan penggunaan pestisida.
“Kami juga menuntut pemerintah segera melarang impor limbah berbahaya baik legal maupun ilegal dan memberantas perdagangan merkuri serta memenjarakan siapapun yang terlibat dalam perdagangan limbah berbahaya beracun,” ujar Samsul, koordinator aksi.
(Fitra Iskandar)