SOLO - Kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia yang dijadwalkan pada bulan ini diminta tidak mengulang kejadian pada saat kunjungan Presiden AS sebelumnya, George W Bush.
Bush yang pernah dua kali datang ke Indonesia dianggap telah menghilangkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di beberapa daerah.
Anggota Komisi I DPR RI (membidangi hubungan luar negeri), Hidayat Nur Wahid mengutarakan, dari pengalaman dua kali kunjungan George W Bush tersebut, diketahui sistem pengamanan yang dilakukan telah merendahkan martabat bangsa Indonesia.
"Dia waktu itu menghilangkan kedaulatan Indonesia. Seluruh keamanan dari AS, seoalah-olah Indonesia tidak berdaulat atas wilayahnya sendiri," terangnya di Solo, Sabtu (13/3/2010).
Hidayat berharap, Obama tidak mengikuti jejak pendahulunya tersebut ketika berkunjung ke Indonesia bulan ini. "Jangan mengulangi perilaku George W Bush. Biarkan Indonesia mengelola kunjungan Obama sebagaimana mengelola kunjungan kepala negara yang lain," urainya.
Menanggapi adanya sejumlah kapal AS yang sekarang ini mulai masuk di perairan Indonesia, seperti di Surabaya, terkait pengamanan Obama, mantan Ketua MPR ini menilai hal itu masih cukup wajar mengingat situasi keamanan Indonesia yang sedang marak dilakukan penggrebekan teroris.
"Saya kira itu masih cukup wajar," sebutnya.
(Hariyanto Kurniawan)