BIMA - Meski kampanye pemilu kada Kabupaten Bima belum dimulai, puluhan baliho calon bupati dan wakil bupati Bima dicabut dan diturunkan warga di beberapa wilayah di Kabupaten Bima. Tidak hanya kaum lelaki, pencopotan dan penurunan baliho ini juga melibatkan ibu-ibu dan anak-anak.
Menjelang pilkada Kabupaten Bima yang akan dilangsungkan pada bulan Juni mendatang, kondisi di beberapa wilayah di Kabupaten Bima memang mulai menghangat. Di Kecamatan Sape dan Kecamatan Bolo misalnya, puluhan baliho calon Bupati Bima pasangan tertentu tiba-tiba dicabuti warga.
Pencabutan yang dilakukan secara terang-terangan ini dilakukan puluhan warga di jalan-jalan utama Kabupaten Bima. Namun anehnya, meski warga menurunkan baliho secara paksa, tidak ada satu pun baliho para peserta pilkada Kabupaten Bima ini yang dirusak. Rupanya para warga ini sengaja menurunkan baliho-baliho tersebut untuk menggantinya dengan baliho pasangan calon yang mereka dukung.
Alasannya pun sangat sederhana, para warga ini menginginkan calon bupati yang berasal dari wilayahnya sendiri dan asli putera Kabupaten Bima sehingga para calon bupati yang dianggap warga bukan merupakan asli putera daerah Bima dengan sengaja dicopot dan diturunkan.
"Daripada mendukung calon orang dari kota, lebih baik mendukung calon dari kabupaten sendiri," kata warga Kecamatan Sape Haji Suhaidin, Kamis (18/3/2010).
Meski terkesan tidak demokratis, namun para warga ini bersikukuh bebas melakukan pencopotan baliho dengan alasan baliho-baliho para calon bupati tersebut juga tanpa izin dipasang di depan rumah mereka. Sehingga warga pun merasa bebas untuk menurunkannya.
(Fitra Iskandar)