JAKARTA - Putra dan Putri terbaik Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa. Dalam kompetisi bergensi “Trust by Danone” yang digelar di Paris pada 15-16 April lalu. Tim Khatulistiwa dari Universitas Indonesia meraih posisi lima besar.
Meskipun belum menduduki posisi puncak, namun Indonesia patut berbangga. Pasalnya dalam acara ini Indonesia disejajarkan dengan negara Rusia, Belgia, Amerika, Cina, Republik Chech, Rumania, Portugal dan Turki, yang menjadi peserta dalam ajang tersebut.
“Para mahasiswa Indonesia memiliki kemampuan dan kecerdasan yang bisa diadu dengan bangsa lain. Mereka pun dapat tampil dengan gagasan-gagasan cemerlang. Melihat antusiasme mahasiswa Indonesia membuat kita yakin bahwa masih punya masa depan yang menjanjikan sebagai sebuah bangsa yang besar,” kata Maolana Mezar, Pendamping Team Khatulistiwa dari unit bisnis Danone di Indonesia.
Kompetisi yang sudah digelar sebanyak tujuh kali itu, menuntut pengetahuan bisnis serta pengelolaan lingkungan kepada generasi muda. Ini diharapkan dapat bertujuan untuk mengenal dunia kerja dan menyiapkan diri mampu bersaing di pasar lokal maupun internasional.
Ajang ini diikuti tim yang beranggotakan lima orang. Mereka berperan sebagai Board of Directors (Managing Director, Finance Director, Operation Director, HR Director dan Sales & Marketing Director) dari sebuah unit bisnis baru dalam permainan tersebut.
Mereka dikondisikan menjalani waktu selama tiga bulan untuk melakukan SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats analysis), menentukan strategic direction, action plan, dan profit and loss estimate untuk tiga tahun ke depan. Dalam setiap keputusan yang mereka ambil harus mempertimbangkan dan menerapkan prinsip-prinsip DANONE Way.
Direktur Komunikasi AQUA, Troy Pantouw mengatakan, Program TRUST BY DANONE akan terus bergulir di Indonesia tiap tahun sekaligus bukti komitmen Danone di Indonesia untuk turut mengembangkan dan memperoleh bakat terbaik dari orang muda, dan semakin membuka banyak kemungkinan peserta dari berbagai kampus di Indonesia untuk mengikutinya.
(Kemas Irawan Nurrachman)