SIDOARJO - Luapan lumpur Lapindo kembali mengeluarkan cairan hitam. Meski sempat dianggap warga sebagai minyak bumi, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) memastikan cairan hitam yang keluar bersamaan dengan lumpur ini bukanlah minyak mentah.
"Cairan hitam itu merupakan hidrokarbon," kata juru bicara BPLS Achmad Zulkarnain kepada wartawan, Kamis (13/5/2010).
Kepastian ini didapat, karena sebelumnya BPLS telah menguji cairan itu di Lemigas. "Pada sekitar pertengahan Mei 2009 Lemigas telah mempublikasi hasil penelitiannya," kata dia.
Zulkarnain menambahkan munculnya hidrokarbon bukan kali pertama yang terjadi. Dalam catatannya, pada pertengahan tahun 2007 dan 2009, kejadian serupa pernah terjadi.
Kendati begitu, Zulkarnain tidak bisa memastikan munculnya hidro karbon tersebut menunjukkan adanya kandungan minyak bumi di sekitar danau lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur.
"Tanyakan kepada para ahli geologi, apakah munculnya hidrokarbon ini bisa dijadikan petunjuk jika di bawah semburan lumpur Lapindo terdapat kandungan minyak buminya," kata Zulkarnain.
Menurut dia, BPLS tidak berwenang untuk membuat analisa soal pemetaan kandungan minyak bumi. "BPLS bertugas hanya sebagai badan pelaksana menanggulangi dampak semburan lumpur Lapindo," pungkasnya. (frd)
(Hariyanto Kurniawan)