Go Green ala Danone dan Kemenneg LH

Silda Rusti Ayu, Jurnalis
Selasa 18 Mei 2010 09:09 WIB
Share :

SUBANG - Banyak cara yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya adalah dengan melakukan pengembangan teknologi biogas. Seperti yang dilakukan kelompok usaha makanan dan minuman Danone dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup (Kemenneg LH) di Kecamatan Sagalaherang, Cisaat, dan Jalan Cagak Kabupaten Subang serta Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Danone dan Kemenneg LH bekerjasama membagikan 202 unit biogas di dua wilayah tersebut. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemberdayaan komunitas peternak yang tentunya akan memberikan banyak manfaat kepada warga. Selain itu, pemberian biogas juga membantu program penghijauan lingkungan.

Sebab dengan adanya biogas Danone-Kemenneg LH, masyarakat sudah tidak perlu mencari kayu bakar lagi untuk memasak, yang artinya mengurangi jumlah pohon yang ditebang untuk kayu bakar.

Tak hanya itu, proses memasak tidak menghasilkan asap sehingga lebih sehat dan dapur menjadi lebih bersih. Kandang juga menjadi lebih bersih karena limbahnya terolah dengan baik. Kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk yang bisa dipakai langsung di kebun atau bisa dijual, dan tidak akan terbuang ke sungai sehingga air tidak terkontaminasi.

"Program Pengembangan biogas ini sangat menarik. Kami dari Danone, baik Danone AQUA dan Danone Dairy, sangat senang dapat bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Kelompok Peternak, Koperasi Susu, Bank Syariah Mandiri, PT Cipta Tani Lestari, Yayasan Mitra Masyarakat untuk melaksanakan program ini. Hal ini kami lakukan sejalan dengan komitmen kelompok usaha Danone di Indonesia untuk mengambil bagian dalam kegiatan pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber air yang menjadi tanggung jawab kita bersama," Presiden Direktur PT Tirta Investama (Danone Aqua) Bernard Ducros dalam rilisnya kepada okezone.

Untuk mendapatkan perangkat penghasil biogas ini, komunitas peternak memerlukan perangkat biodigester seharga Rp2,7 juta. Biodigester adalah alat untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas. Dana pengadaan biodigester ini berasal dari pembiayaan Bank Syariah Mandiri. Namun 40 persen dari harga biodigester tersebut disubsidi oleh Danone sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

"Program pengembangan biogas di Subang ini dimaksudkan untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui penyediaan bahan bakar alternatif yang seiring dengan tujuan pelestarian lingkungan hidup. Program ini diharapkan bisa berkontribusi dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca melalui pengurangan penggunaan kayu sebagai bahan bakar dan pengurangan gas metan akibat kotoran sapi," tutup Menteri Negara Lingkungan Hidup RI, Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya