MOJOKERTO - Kasus kesurupan terjadi di pabrik sepatu di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Akibat kejadian ini, manajemen pabrik memulangkan ribuan buruhnya.
Suasana pabrik PT Prima Santoso gaduh Senin pagi sekira pukul 09.00 WIB. Di dalam pabrik, suara jeritan karyawan menunjukkan mereka sedang ketakutan.
Menurut Dani, salah satu karyawan, kesurupan pertama kali dialami seorang karyawati di bagian jahit. Perempuan itu tiba-tiba terjatuh dan mengerang seperti kesakitan. Beberapa temannya mengira perempuan ini sakit.
”Ternyata kesurupan. Badannya kejang-kejang dan mengeluarkan raungan-raungan seperti binatang,” ungkap Dani, Senin (28/6/2010).
Kesurupan itu ternyata ”menular” ke beberapa karyawan lainnya di bagian penjahitan. Secara bergiliran, karyawan yang rata-rata adalah perempuan itu tak sadarkan diri. Sama seperti karyawati yang kesurupan pertama kali, karyawan lainnya juga meraung-raung seperti binatang.
Kesurupan juga menjalar di bagian pabrik lainnya. Puluhan karyawati di bagian assembling juga mengalami nasib yang sama. Kontan, kesurupan yang menyebar dengan cepat itu membuat karyawan lainnya berhamburan keluar ruangan.
”Kami semua takut. Karena siapa saja yang mendekat dan ingin menolong, ternyata ikut kesurupan,” tuturnya.
Para karyawan yang berjumlah 1.200 orang itu berupaya menyelamatkan diri dan memilih berada di luar gedung dan parkir kendaraan. Beberapa di antaranya nekat keluar halaman pabrik untuk menghindari kesurupan. Pihak perusahaan sendiri berupaya menenangkan karyawannya. Namun upaya itu gagal dan banyak karyawan yang memilih keluar pabrik.
Pihak perusahaan melarang sejumlah wartawan untuk melihat langsung apa yang terjadi. Beberapa saat kemudian, perusahaan mendatangkan seorang tokoh agama memberikan pertolongan.
”Sekitar 30 orang yang kesurupan,” tambah Dani.
Selama tiga jam lebih suasana pabrik mencekam. Karyawan lalu-lalang di halaman pabrik, sementara upaya meredam suasana dilakukan pihak keamanan pabrik. Entah apa yang terjadi di dalam pabrik, sekira pukul 12.15 WIB, pihak perusahaan memulangkan semua karyawannya.
Sayangnya, tak satu pun pihak manajemen pabrik yang bersedia memberikan keterangan. Menurut beberapa karyawan, keputusan memulangkan karyawan itu dilakukan karena pengobatan yang dilakukan terhadap mereka yang kerusupan mendapatkan kesulitan.
Teryata, kesurupan massal ini tak hanya terjadi hari ini. Selama sepekan ini, sudah terjadi tiga kali kejadian yang sama. Namun peristiwa kemarin merupakan kejadian yang memakan banyak korban.
Menurut Dani, sudah dua kali terjadi kesurupan, namun sebelumnya hanya tiga karyawan yang kerusupan.
(Anton Suhartono)