JAKARTA - Menyusul derasnya kritikan yang menghujani anggota Dewan perihal ketidakhadiran dalam rapat paripurna, anggota Badan Kehormatan DPR berencana mengeluarkan data absensi anggota per tiga bulan sekali.
“Tiga bulan sekali, berarti ada tiga kali masa sidang,” ucap Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR Nudirman Munir di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (30/7/2010).
Lebih lanjut Nudirman menambahkan bahwa nantinya kita dapat memberikan hasil pemeriksaan. “Tentu dengan memberikan keterangan dengan penjelasan,” singkatnya.
Nudirman juga menyayangkan sikap yang dilakukan oleh Biro Persidangan Sekretariat Jenderal DPR, yang telah mengeluarkan data ketidakhadiran anggoda dewan saat sidang paripurna.
“Data anggota dewan seharusnya ada klarifikasi dulu dari BK. Kalau ada data di luar Badan Kehormatan hal itu tidak dibenarkan,” imbuhnya.
Jika tidak ada klarifikasi sebelumnya, hal tersebut mengarahkan kepada pembunuhan karakter. “Misalnya telah izin, misalnya sudah pengunduran diri. Sehingga tidak timbul istilah ratu bolos,” timpalnya.
Nudirman mengaku iba dengan beberapa nama yang telah diicon-kan sebagai anggota yang malas. “Yang jelas kita punya mekanisme, prosedur, agar tidak menyakiti orang. Contoh Ratu (Munawaroh), ternyata ada tugas lain, kan kasihan dia,” paparnya.(lsi)
(M Budi Santosa)