PADANG - Lembaga Lumbung Derma bersiap membangun 82 unit rumah untuk korban gempa dan tsunami di Mentawai, Sumatera Barata. Bangunan rumah ini rencana dibangun tidak jauh dari pemukiman warga yang lenyap disapu tsunami.
Koordinator Posko Lumbung Derma Sikakap Ferdinan Salamanang mengatakan, rumah-rumah tersebut akan dibangun di dua dusun, Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara.
“Rumah yang dibangun ini atas kesepakatan masyarakat bersama. Ada 43 unit rumah yang akan segera dibangun. Jarak dari pantai ke pemukiman baru ini ada sepanjang 1,5 kilometer,” katanya, Selasa (17/11/2010).
Menurut Ferdinan, rumah-rumah itu sengaja ditinggikan sekira 30 meter dari permukaan laut sehingga warga Tumalei aman dari air pasang serta bisa memperoleh air bersih.
“Kita tidak mau memindahka warga di tempat yang lebih jauh karena itu akan berkaitan soal kelanjutan hidup mereka. Biarkan mereka tinggal dekat dengan ladang mereka,” katanya.
Lokasi pemukiman lainnya dibangun di Dusun Maonai, Desa Bulasat, Kecamatan Pagai Selatan sebanyak 39 unit.
“Untuk Dusun Maonai kita membangun sebanyak 39 unit rumah untuk mereka, jatah rumah ini sudah termasuk mereka yang kehilangan kedua orang tuanya, jadi meski tidak ada orang tuanya kita tetap bangun rumah untuknya,” terangnya.
Rumah-rumah ini ditargetkan selesai Desember tahun ini. Ferdinan menambahkan, rumah yang akan dibangun itu berukuran 5 x 6 meter, dua ruang kamar dan satu ruang tamu. Seluruh biaya pendirian rumah ditanggung oleh Lumbung Derma dan di kerjakan secara gotong royong.
“Sengaja kita tidak sama dengan pemerintah yang akan membangun rumah hunian sementara karena Huntara yang akan dibangun itu jauh dari lokasi tempat tumpuan hidup mereka,” tutupnya.
(Dede Suryana)