SIDOARJO- Polisi menangkap MS (14) dan ZA (17), warga Desa Cemengbakalan RT 11/02, Kecamatan Sidoarjo. Kakak beradik ini diketahui membobol rumah Sulton, pengusaha penggilingan padi yang masih tetangganya sendiri, saat pemilik rumah melaksanakan salat Idul Adha.
Kedua tersangka ditangkap di atas kereta api Kertajaya di Stasiun Pasar Turi saat akan melarikan diri ke Jakarta kemarin sore. “Kalau terlambat sedikit saja, mereka sudah berangkat ke Jakarta,” ujar Kanit Idik I Satreskrim Polres Sidoarjo, Iptu Suwiji, Kamis (18/11/2010).
Penangkapan kakak beradik itu berawal saat olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Dari keterangan beberapa saksi, mengarah kepada kedua tersangka. Saat dijemput ke rumahnya, kakak beradik itu pergi ke rumah saudara di Kalimantan. Polisi sempat menunggu di Pelabuhan Tanjung Perak dan beberapa stasiun di Surabaya, namun tidak tampak batang hidungnya.
Khawatir buruannya kabur, polisi kemudian memancing pelaku dengan cara menghubungi ponselnya yang masih aktif. Dari kontak itulah diketahui bahwa keduanya sedang berada di atas Kereta Api Kertajaya Stasiun pasar Turi hendak pergi ke Jakarta.
Keduanya kemudian digeledah dan polisi menemukan sebuah komputer jinjing, lima jam tangan, lima telepon selular, uang tunai Rp5,8 juta, dan sejumlah perhiasan seberat 99 gram dalam bentuk cincin dan gelang. Keduanya kemudian dibawa ke Mapolres Sidoarjo.
Kakak beradik itu tergolong berani, pasalnya MS masih duduk di kelas 6 SD dan ZA pelajar SMP. Selama ini, MS sering disuruh keluarga Sulton untuk bersih-bersih rumahnya. Karena sering ke rumah Sulton, MS tahu betul seluk beluk rumah itu, termasuk tempat penyimpanan barang berharga.
Pembobolan itu sudah direncanakan pada malam hari raya. Mereka masuk ke rumah dengan melompat tembok, membuka pintu menggunakan linggis dan kapak yang dibawa dari rumahnya. Tersangka lantas masuk ke kamar korban dan mengambil sejumlah barang berharga.
Saat melarikan diri, aksi mereka dipergoki R (34), tetangga pelaku dan korban. Dengan dalih tidak akan memberitahukan kepada siapa pun, R minta uang tutup mulut dan oleh pelaku diberi Rp300 ribu. Namun, Rojin mengaku masih kurang dan mengambil sendiri uang di dalam tas yang dibawa pelaku.
Pria yang bekerja sebagai tukang batu itu mengambil uang Rp1 juta dan sebuah bros. R tidak menyangka kalau kasus ini akan terungkap. Setelah MS dan ZA ditangkap, keduanya mengaku kalau uang hasil jarahan juga diminta R. Polisi langsung menangkap R yang sedang santai di rumahnya. “Saya tidak ikut mencuri,” ujar R sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Sehari sebelum beraksi, kedua pelaku juga sempat memberitahukan rencananya ke Bayu alias Agus (29), teman korban. Dari sana, Bayu sempat memberikan saran terkait teknis pembobolan. Hingga berita ini ditulis, Bayu masih diperiksa sebagai saksi. ”Kami masih memeriksa Agus. Kita tunggu hasil penyelidikan, sejauhmana keterlibatan Agus,” ujar Kasat Reskrim Polres Sidoarjo, AKP Ernesto Seiser.
Seperti diberitakan, rumah Sulton dibobol pencuri saat ditinggal salat Idul Adha. Pelaku berhasil mengambil sejumlah barang-barang berharga termasuk uang sebesar Rp8 juta. Dalam hitungan 10 jam, kasus ini akhirnya terungkap dan pelaku berhasil ditangkap.
(Dian AF)