Iklan Menteri Tak Dipengaruhi Isu Reshuffle

Susi Fatimah, Jurnalis
Rabu 08 Desember 2010 13:23 WIB
Share :

JAKARTA - Sejumlah menteri wira wiri lewat iklan layanan masyarakat dengan Kementerian yang dia pimpin sebagai “kendaraan”. Hal ini dinilai sebagai upaya pencitraan dan cara untuk menghindar dari reshuffle, isu yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini.

Menanggapi penilaian itu, asisten Deputi Bidang Media Cetak Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemenpolhukam) Harsanto Adi membantah.

Dia menegaskan bahwa iklan layanan masyarakat yang menampilkan menteri sebagai bintang iklan itu, sudah menjadi program tersendiri sejak awal tahun dan bukan dadakan menyusul isu reshuffle yang baru mencuat.

“Program iklan sudah dijadwalkan dari awal tahun, apa saja yang akan kita buat. Jadi tidak bisa begitu saja mendadak atau tiba-tiba iklan itu bisa tayang. Jadi ini direncanakan sudah dari lama. Terserah publik jika menanggapinya demikian, tapi kami tidak seperti itu,” ujar Harsanto kepada okezone, di kantornya, Rabu (8/12/2010).

Harsanto menambahkan, dalam satu tahun jatah iklan per deputi di Kemenpolhukam hanya sekira satu atau dua iklan saja.

“Saya kira boleh-boleh saja orang menanggapi demikian, tetapi mereka juga harus tahu. Jadi itu memang dikerjakan oleh asisten deputi sehingga dia sudah punya jadwal dan supaya tidak tumpang tindih itu tidak secara tiba-tiba, tapi butuh persiapan yang matang,” tuturnya.

Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) melihat sejumlah kementerian memajang iklan pencitraan di media massa, sebagai cara untuk menghindar dari reshuffle.

“Kementerian membuat pencitraan kinerjanya dengan gencar beriklan untuk menghindar dari evaluasi atau reshuffle,” ungkap Koordinator Sekretariat Nasional Fitra Yuna Farhan kepada okezone secara terpisah, Rabu (8/12/2010).

Menurut dia, sosialisasi mengenai kinerja kementerian dengan beriklan juga bisa dikatakan sebagai upaya mengelabui khalayak. Padahal, kinerjanya memang jeblok. Namun dengan gencar beriklan mengenai klaim keberhasilannya akan mempengaruhi penilaian publik.

(Lusi Catur Mahgriefie)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya