JAKARTA - Sejumlah menteri dalam beberapa pekan belakangan rajin mengiklankan diri di sejumlah media. Pengamat Komunikasi Politik Universitas Atmajaya, Yogyakarta, Lukas Ispandriarno menilai pencitraan diri tersebut lebih menguntungkan sang menteri.
“Banyak yang harus dijelaskan tujuan sosial dari maksud iklan tersebut, barangkali mereka melakukan itu punya maksud politik tertentu, atau demi membangun citra sosial tertentu,” kata Lukas saat dihubungi okezone di Jakarta, Rabu (8/12/2010).
Dia menduga, dengan berakhirnya masa kepemimpinan pemerintahan saat ini para menteri tersebut merasa takut dicopot dari kursinya.
“Jadilah mereka pamer kinerja dengan beriklan. Perlu ditelaah lebih jauh, mengenai dana atau anggaran untuk beriklan tersebut, dana dari mana? Bisa saja demi mengeruk keuntungan,” tuturnya.
Lukas menambahkan, iklan yang dibangun para menteri tersebut kurang efektif. “Terutama memamerkan kinerja mereka yang tidak jelas maksud dan tujuannya, apa isi dari pesan dalam iklan tersebut,” paparnya.
“Menurut saya mereka terpancing dengan bosnya (presiden) yang suka mejeng-mejeng di iklan, jadi mereka ikut-ikutan pamer kinerja. Mungkin karena mereka menganggur nggak ada kerjaan, jadi mereka seperti iseng-iseng, jadi larinya ke iklan,” lanjutnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.