Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tak Kompromi, KAI Bakal Tertibkan 1.800 Perlintasan Sebidang Liar

Jonathan Simanjuntak , Jurnalis-Kamis, 30 April 2026 |01:08 WIB
Tak Kompromi, KAI Bakal Tertibkan 1.800 Perlintasan Sebidang Liar
Tak Kompromi, KAI Bakal Tertibkan 1.800 Perlintasan Sebidang Liar (Jonathan Simanjuntak)
A
A
A

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal menertibkan perlintasan sebidang liar. Hal ini menyusul peristiwa kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line.

Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, sebanyak 1.800 perlintasan sebidang telah teridentifikasi. Kata dia, ribuan perlintasan itu menjadi prioritas untuk dibenahi sepanjang tahun ini.

"Perlintasan sebidang ini, saat ini kami dengan Kementerian Perhubungan dalam hal ini Dirjen Kereta Api itu melakukan penertiban yang sangat ketat sekali," kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

Selain menertibkan perlintasan sebidang liar, pihaknya akan meningkatkan persyaratan bagi perlintasan sebidang yang telah ada. Peningkatan persyaratan ini berkaitan dengan dibangunnya flyover atau memasan palang pintu beralarm.

"Itu akan kami lakukan peningkatan atau pemenuhan syarat-syarat dari keselamatan. Baik itu dalam memasang flyover atau memasang palang pintu yang bersistem, yang ada sistemnya," tuturnya.

Bobby menegaskan, hal itu demi mengutamakan keselamatan di perlintasan kereta api. 

"Untuk keselamatan. Tidak ada kompromi seperti yang saya sampaikan tadi. Tidak ada toleransi, tidak ada kompromi. Kita sudah lihat. Sedikit saja aspek keselamatan terganggu, sedemikian banyak korban yang berjatuhan," ucapnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement