MOSKOW - Pihak keamanan Rusia mengaku menerima ancaman serangan terhadap bandara di Moskow, sepekan sebelum insiden yang menewaskan 35 orang ini terjadi.
"Dinas intelijen menerima informasi aksi teror akan berlangsung di salah satu bandara di Moskow," ungkap sumber pihak keamanan Rusia seperti dikutip RIA Novosti, Selasa (25/1/2011).
"Para agen saat ini masih terus mencari tiga tersangka, namun mereka berhasil memasuki wilayah bandara dan menyaksikan sendiri pengeboman yang dilakukan oleh kaki tangan mereka. Tiga tersangka tersebut langsung meninggalkan bandara usai ledakan," lanjutnya.
Menurut sumber itu, tersangka perencana ledakan sepertinya membawa pelaku peledakan ke bandara, dengan sebuah mobil yang mereka parkir di pelataran parkir bandara.
Sedangkan seorang petugas bandara mengaku pihaknya menerima laporan adanya rencana serangan terhadap bandara, tepat satu minggu sebelum ledakan ini terjadi. Namun pihak keamanan bandara mengeluhkan banyak berkurangnya petugas bandara yang ada, sebelum ledakan terjadi.
Ledakan itu sendiri terjadi di pintu kedatangan internasional Bandara Domodedovo. Juru bicara bandara mengkonfirmasi, pelaku peledakan masuk ke dalam bandara lewat zona bebas yang didak membutuhkan ijin khusus untuk masuk bandara.
(Fajar Nugraha)