GUNUNGKIDUL - Puluhan aktivis dari Lembaga Perempuan Penggerak Masyarakat (PUKAT) memenafaatkan hari Valentine untuk menggelar kampanye tentang kesehatan reproduksi dan bahaya pernikahan dini.
Aksi sosial ini diisi dengan membagikan 1001 bunga dan pantomim yang bercerita tentang perilaku seks bebas di kalangan remaja di depan Alun-Alun Kota Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta (14/2/2011). “kampanye ini memang sengaja digelar bersamaan dengan hari Valentine agar lebih mudah diterima oleh remaja,” kata Rhino Caroko, koordinator aksi.
Dia menjelaskan, dalam kampanye yang digelar tepat di tengah-tengah kota Wonosari ini, bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang kesehatan, khususnya perempuan usia remaja dan dampak negatif akibat pernikahan dini."Pernikahan usia sekolah dan KDRT merupakan tindak kekerasan kepada perempuan,”jelasnya.
Dalam catatan Pukat, selama kurun waktu 2008-2010 tercatat 300 kasus kekerasan seksual yang dialami remaja. Sementara hingga awal 2011 tercatat 1.071 kasus perceraian yang dialami remaja akibat pernikahan dini di Gunungkidul. Angka percerain ini tertinggi di Provinsi DI Yogyakarta.
"Pernikahan dini disebabkan beberapa faktor, seperti kemiskinan, keinginan menaikkan status ekonomi, rendahnya pendidikan masyarakat, dan faktor budaya," paparnya.
Rhino menambahkan untuk mencegah prilaku seks bebas pada remaja, pihaknya mengajak orangtua untuk berperan aktif dalam pengawasan terhadap perkembangan anak, dan memberikan pendidikan seks di keluarga.
(Dadan Muhammad Ramdan)