PADANG - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, menetapkan kejadian luar biasa (KLB) terkait banyaknya unggas warga yang mati disebabkan flu burung.
Dinas Peternakan, Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan telah melakukan pengawasan di beberapa kecamatan termasuk Pasar Raya Padang sebagai pusat sentral transaksi unggas.
Menurut Kadim Peternakan, Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan, Kota Padang, Syahirman, pihaknya telah memeriksa sampel ayam di Pasar Raya Padang Jumat kemarin, hasilnya positif flu burung. Meski demikian Syahirman mengaku ingin lebih memastikan lagi dengan mengirim sampel ke laboratorium yang lebih besar.
“Tapi ini pemeriksaan awal, kami akan kirim sampel ini ke laboratorium di Bukitttingi untuk memastikan ayam di Pasar Raya Padang terserang virus H5N1,” katanya kepada okezone, Sabtu (5/3/2011).
Hari ini pihaknya kembali menerima laporan dari masyarakat bahwa ada ayam dan unggas yang mati mendadak. “Hari ini ada delapan titik ternak ayam mati mendadak, dari kemarin sudah 1.000 lebih ayam warga Padang mati dan ini sudah taraf yang mengkawatirkan,” sambungnya.
Syahirman menduga ada lebih dari 1.000 ayam yang mati, karena banyak warga yang tidak mau melaporkan kejadian ini. Bahkan ada yang beberapa hari mati baru dilaprkan pada pihak Dinas Peternakan.
Ada sekira lima kecamatan di Kota Padang yang terkontaminasi flu burung sejak akhir Februari lalu, yaitu Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, Padang Selatan, Lubuk Begalung, dan Padang Utara.
Sementara ada enam kecamatan yang masih suspect flu burung, yaitu Padang Timur, Padang Barat, Nanggalo, Pauh, Lubuk Kilangan, dan Bungus.
Menurut Kepala Seksi Penanggulangan, Pemberentasan, Penyakit Hewan Menular (P3HM) Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kota Padang, Yasir Irman sudah ribuan unggas di lima kecamatan itu yang diperiksa.
“Ada 600 ekor ayam di antaranya dinyatakan positif flu burung,” ucap Yasir beberapa waktu lalu.
Unggas yang terkontaminasi sudah dimusnahkan dengan cara dibakar agar tidak menular ke unggas lainnya.
(Dian AF)