TANGERANG - Mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie pernah mendapatkan pesan dari penguasa Orde Baru yang juga Presiden kedua Indonesia, Soeharto, sebelum Habibie menjabat sebagai Presiden. Hingga saat ini, pesan itu masih sangat diingatnya.
"Presiden Soeharto pernah berpesan kepada saya, kamu boleh buat apa saja di Indonesia itu benar karena Allah. Tetapi kamu jangan buat revolusi kasihan rakyat," ujarnya, di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan, Kamis (16/3/2011).
Habibie juga menjelaskan bahwa selama 32 tahun Soeharto menjabat dirinya diperlakukan bagai primadona. Hal itu, diakuinya banyak menimbulkan ketidaksenangan para tokoh bangsa saat itu.
"Saya sedih, kenapa saat itu laporan saya ditolak. Padahal belum sempat dibaca. Kalau sudah dibaca lalu diterima atau ditolak itu bisa diterima," terangnya mengenang sidang paripurna MPR/DPR.
Sejak saat itu lah, Habibie mengaku enggan dicalonkan menjadi presiden kembali. Namun dijelaskan, sikapnya itu bukan karena dirinya yang pengecut dan tidak berani memimpin rakyat Indonesia.
"Tetapi saya tegaskan sekali lagi, saya bukan pengecut meskipun badan saya kecil," tegasnya.
Kendati begitu, Habibie mengaku tidak menaruh dendam terhadap para tokoh politik yang pernah menolak laporannya dalam sidang paripurna. "Saya sudah maafkan tokoh-tokoh yang ada," terangnya.
(TB Ardi Januar)