JAKARTA – Keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang melarang truk masuk jalan tol masih menyisakan perdebatan antara pihak Pemprov DKI dengan Walikota Tangerang Selatan. Airin Rachmi Diany.
Airin ngotot akan ikut serta melarang truk masuk jalan tol di wilayah Tangsel, mengingat pasca Pemprov DKI mengeluarkan larangan, kawasan Tangsel terkena imbasnya. Dimana jalan tol dan jalan raya di sana menjadi semakin lumpuh. Airin semakin percaya diri karena didukung Gubernur Banten yang tak lain kakak iparnya, Ratu Atut Choisiyah.
Menyikapi polemik ini, Forum Betawi Rembug (FBR) menyesalkan sikap keras kepala Airin. Menurut FBR, seharusnya Airin mendukung keputusan Pemprov DKI. Sebab, banyak warga Tangsel yang bekerja di wilayah DKI Jakarta.
“Kita akan tetap mendukung keputusan Fauzi Bowo. Silakan saja kalau Airin tetap ngotot dengan sikapnya. Tapi kalau nanti tetap keras kepala, kita akan boikot Airin agar tidak masuk Jakarta,” kata Ketua FBR, Lutfi Hakiem, kepada okezone, Jumat (27/5/2011).
Lutfi menyadari, keputusan Fauzi Bowo tersebut memang berdampak kemacetan di kawasan penyangga Ibu Kota. Namun, hal itu harus didukung karena Pemprov DKI tengah berusaha mencari solusi menghadapi kemacetan.
“Kita harus dukung Fauzi Bowo sekalipun ini tidak final. Kedepannya harus ada pertimbangan lanjutan dengan melihat berbagai macam aspek,” harapnya.
Sebelumnya, pada Selasa 24 Mei 2011, terjadi rapat koordinasi antara Wali Kota Tangsel dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, di kantor Pemkot Tangsel.
Dalam pertemuan itu, Airin mengungkapkan sikapnya yang keberatan dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta karena dinilai merugikan masyarakat Tangsel.
"Jika Pemprov DKI tidak mau mencabut kebijakan itu, maka kami juga akan menerapkan larangan truk melintas di Jalan Raya Serpong, mulai pukul 05.00-22.00 WIB," tegas Airin dengan berani.
(TB Ardi Januar)