ATHENA - Ratusan aktivis berencana mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza Palestina. Mereka tidak mempedulikan peringatan militer Israel.
Sekira 350 aktivis pro-Palestina dari 22 negara akan bergabung dalam Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) yang akan berangkat dari Yunani. Demikian seperti dilansir AFP, Senin (27/6/2011).
Sebelumnya, sembilan aktivis Turki tewas saat pasukan Israel menyerang kapal Mavi Marmara pada Mei 2010.
Serangan pasukan Israel tersebut menuai kecaman dari banyak negara.
Israel mengancam akan menghentikan kapal apa saja yang mencoba menerobos blokade. Israel menyatakan, aksi penerobosan tersebut adalah bagian dari provokasi dan Israel memiliki hak untuk bertahan.
Sekjen PBB Ban Ki Moon dan negara lainnya tengah memperingatkan para aktivis agar tidak melakukan aksi mereka. Sekira 1,5 juta warga Gaza kini hidup dalam kekurangan pangan sejak Israel memblokade kota itu pada 2007 lalu. Bagaikan penjara besar, Israel sangat membatasi bantuan kemanuisaan masuk ke wilayah yang dikuasai Hamas itu.
Kesengsaraan warga Gaza semakin menjadi setelah serangan Israel pada 2008 lalu. Terowongan-terowongan di perbatasan Rafah, Mesir, dibombardir Israel. Padalah terowongan itu adalah urat nadi warga Gaza untuk mendapat bahan makanan. Serangan Israel itu menewaskan lebih dari 1.000 orang.
(Rani Hardjanti)