7 Korban Bentrok TNGL Langkat Masih Dirawat

Gunarso KB, Jurnalis
Selasa 28 Juni 2011 13:04 WIB
Ilustrasi (Foto: Koran SI)
Share :

LANGKAT- Tujuh warga hingga Selasa (28/6/2011) siang masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat menderita luka saat bentrokan antara polisi dan warga yang bermukim di Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL), Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Empat warga di antaranya mengalami luka tembak, mereka adalah Ismudin Simbolon (46) menderita luka tembak di paha kanan, Supandi (21) luka tembak di dada kiri atas, Boysanto (40) luka tembak di punggung belakang kiri, dan Maharis (38) luka tembak di bagian tungkak.

Sedangkan tiga warga lain yakni Purmanta (57), Ngatiman (59 ), dan Riadi (35) menderita luka lebam dan lecet karena pukulan aparat.

Ismudin mengaku sangat kecewa dengan penggusuran terhadap warga. Pasalnya, mereka sudah mendiami kawasan tersebut sejak 11 tahun lalu.

Korban lainnya, Maharis, berharap agar Kepolisian khususnya Polres Langkat bertanggung jawab atas kejadian bentrokan ini.

Masyarakat di kawasan TNGL di Kecamatan Besitang merasa marah saat petugas dari polisi kehutanan mengeksekusi rumah serta tanaman milik mereka.

Menurut warga, eksekusi lahan tidak diawali dengan negosiasi. Petugas langsung merusak rumah dan tanaman.

Karena emosi, masyarakat melempari petugas dengan batu sehingga bentrokan tidak dapat dihindari. Polisi membalas dengan menembakkan peluru karet.

Kepala TNGL Wilayah Sumut dan Aceh Andi Basrul mengatakan eksekusi tersebut melibatkan sekira 1.000 personel dari TNI dan Kepolisian.

Dalam bentrokan itu, dua polisi juga menjadi korban lemparan batu warga. Eksekusi akhirnya dihentikan sekira pukul 15.00 WIB untuk mengantisipasi korban berjatuhan.

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya