JAKARTA - Wartawan harian Republika, Amri Amrullah menjadi korban penganiayaan oleh pria berbadan tegap di daerah Duren Tiga, Jakarta Selatan kemarin sore. Akibatnya, Amri mengalami patah di bagian hidung, sementara pelipis mata kirinya sobek.
Amri menjelaskan penganiayaan terjadi sekira pukul 16.50 WIB, kemarin, saat dirinya melintasi Jalan Duren Tiga menuju kantornya di Warung Buncit, Jakarta Selatan. Dalam perjalanan Amri sudah merasa dibuntuti oleh pengendara mobil Avanza berwarna merah.
"Saat di lampu merah, tiba-tiba saya dipepet dan disuruh minggir, kunci motor langsung diambil," kata Amri saat dihubungi okezone, Sabtu (23/7/2011) malam.
Tanpa sebab yang jelas, pria berambut cepak itu langsung menuduh Amri telah menyenggol bemper mobilnya. "Kamu harus tanggung jawab, tanggung jawab," ujar Amri menirukan perkataan pelaku penganiayaan.
Amri pun berusaha menanyakan kesalahan dirinya kepada pelaku mengenakan kaus berkerah tersebut. Bukannya menjawab, pelaku malah meminta SIM dan STNK Amri. "Dia enggak terima dan bilang 'kamu nantang?', megang kerah baju saya dan langsung memukuli wajah saya," lanjut Amri.
Terkena pukulan pria tegap itu, Amri tersungkur di trotoar bahu jalan. Atas saran redakturnya melalui sambungan telepon, Amri kemudian mengajak pelaku untuk menyelesaikan masalah di kantor polisi terdekat. Si pelaku pun mengiyakan.
Amri sempat curiga karena pelaku menghubungi seseorang sesudah memukuli dirinya. "Waktu mau ambil kunci motor saya, saya dengar dari jendela mobilnya. Dia (pelaku) seperti laporan ke atasannya kalau tugasnya sudah selesai. Tapi saya juga tidak bisa memastikan pemukulan ini terkait apa," imbuhnya.
"Tapi saat saya bilang datang ke kantor polisi, dia malah kabur," tambah Amri. Pelaku menurutnya berpenampilan rapih dengan kulit putih bersih dengan tinggi badan sekira 170 sentimeter.
Wartawan desk otomotif ini kemudian melaporkan kasus pemukulannya ke Polsek Pancoran. Dia menyertakan hasil rontgen yang menunjukkan luka di wajah yakni hidung patah, pelipis mata kiri sobek serta bengkak di kepala bagian belakang.
"Saya laporan bikin BAP (berkas acara pemeriksaan) sekaligus menyertakan hasil rontgen. Saya harap polisi menangkap pelaku secepatnya," kata Amri.
(Ferdinan)