TALLIN - Seorang pria bersenjata yang juga membawa bahan peledak, menyerang Kantor Kementerian Pertahanan Estonia pada Kamis 11 Agustus kemarin. Namun polisi berhasil menggagalkan aksinya dengan menembak mati.
Tidak ada warga sipil yang terluka atau pun terbunuh dalam insiden ini. Sebagian besar pegawai kementerian sudah lebih dulu menyelamatkan diri melalui jendela yang berada di lantai I gedung.
Saat bersamaan, pelaku meledakkan bom asap dan melepaskan tembakan membabi buta di kantor yang berada di Tallin tersebut.
Menteri Pertahana Estonia Mart Laar meminta pihak berwenang menyelidiki apakah pelaku termotivasi oleh serangan di Norwegia, Anders Behrin Breivik, yang menewaskan 77 orang.
"Insiden ini harus diselidiki secepatnya," ungkap Laar kepada media Estonia ERR, Jumat (12/8/2011). Saat serangan terjadi, Laar diketahui tidak berada di kantornya.
Pihak berwenang mengindetifikasi pelaku penyerangan dengan nama Karen Drambjan. Ia diketahui berprofesi sebagai pengacara keturunan Armenia yang mendapat kewarganegaraan Estonia pada 1990 lalu. Drambjan merupakan anggota partai sayap kiri Estonia yang tidak memiliki perwakilan di parlemen.
Juru bicara Kepolisian Estonia, Erik Heldna, memastikan pelaku tidak memiliki kaitan apapun dengan Kemhan Estonia. Pelaku sendiri tewas tertembus timah panas polisi. "Dia terbunuh dalam baku tembak dengan polisi," ucap Heldna.
Dia juga menepis laporan Drambjan mencoba menyandera beberapa orang di dalam gedung. Drambjan diketahui tidak memiliki catatan kejahatan.
Perdana Menteri Estonia Andrus Ansip menilai insiden ini amat disesalkan. Ansip menyampaikan terima kasih kepada polisi yang berhasil menggagalkan serangan tersebut.
(Fajar Nugraha)