TALINN – Sejarah baru ditorehkan Estonia. Parlemen akhirnya memilih Kersti Kaljulaid sebagai presiden menggantikan Toomas Hendrik Ilves. Dengan begitu, Estonia akan memiliki presiden perempuan pertama sepanjang sejarah dan akan memulai tugasnya pada 9 Oktober 2016.
Perempuan berusia 46 tahun itu memenangi voting yang diadakan oleh anggota parlemen pada Senin 3 Oktober 2016. Kaljulaid memperoleh 81 suara berbanding 0, dengan 20 anggota parlemen dihitung abstain. Pemilihan dilakukan setelah adu argumen selama beberapa pekan serta kegagalan dua voting sebelumnya.
Seperti diwartakan The Guardian, Selasa (4/10/20116), terpilihnya auditor di Uni Eropa (UE) itu menjadi mungkin setelah enam partai di parlemen setuju untuk mengusulkan seorang politikus di luar anggota parlemen sebagai kandidat presiden.
Sebelumnya, dua kali pemilihan gagal menghasilkan penerus Toonas Hendrik Ilves. Sebanyak lima orang kandidat gagal terpilih dalam electoral college pada September 2016. Politikus Estonia juga gagal memilih presiden dari empat kandidat yang tersedia pada Agustus 2016.
Kersti Kaljulaid akan menggantikan Toomas Hendrik Ilves yang mengakhiri dua periode masa kepemimpinannya. Perempuan kelahiran Tartu itu akan menjadi Presiden kelima Estonia dan akan bertugas selama lima tahun ke depan.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.