JAKARTA - Tingginya aktivitas di Gunung Papandayan, membuat status gunung berapi di Jawa Barat tersebut naik menjadi level siaga (level III) dari sebelumnya level waspada (level II).
Data yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), peningkatan aktivitas terlihat dari penyebaran tembusan gas di Walirang, Kawah Manuk, dan kawah Balagadama.
“Dan data instrumental seperti meningkatnya gempabumi vulkanik serta tektonik lokal dan deformasi, maka terhitung sejak 13 Agustus 2011, pukul 04.00 WIB status gunung tersebut dinaikkan ke Siaga,” kata Kepala Pusat Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima okezone, Sabtu (13/7/2011).
Atas peningkatan status tersebut, lanjut Sutopo, BNPB telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat guna mengkaji upaya penanganan yang perlu dilakukan.
“BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Garut, BPBD provinsi Jawa Barat, PVMBG, dan kementerian/lembaga lain untuk mempersiapkan langkah-langkah penanggulangan bencana,” tulisnya.
Gunung Papandayan adalah gunung api yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat dengan ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut.
Papandayan tercatat beberapa kali erupsi. Di antaranya pada 1773, 1923, 1942, 1993, dan 2003. Letusan besar yang terjadi pada tahun 1772 menghancurkan sedikitnya 40 desa dan menewaskan sekitar 2951 orang. Daerah yang tertutup longsoran mencapai 10 km dengan lebar 5 km.
Pada 11 Maret 1923 terjadi sedikitnya 7 kali erupsi di Kawah Baru dan didahului dengan gempa yang berpusat di Cisurupan.
Pada April 2006 PVMBG menetapkan status Papandayan ditingkatkan menjadi waspada, setelah terjadi peningkatan aktivitas seismik. Pada 7-16 April 2008 Terjadi peningkatan suhu di 2 kawah, yakni Kawah Mas (245-262 derajat Celsius), dan Balagadama (91-116 derajat Celsius). Sementara tingkat pH berkurang dan konsentrasi mineral meningkat.
Pada 28 Oktober 2010, status Papandayan kembali meningkat menjadi level 2. Pada awal Agustus 2011 aktivitas Gunung Papandayan menunjukkan aktivitasnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)