JAKARTA - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengkritisi semakin minim dan melencengnya peran agamawan dewasa ini.
Di saat demokrasi bergerak tanpa arah dan praktik korupsi melebar, agamawan dipandang justru ikut terseret dalam situasi terkait.
"Misal ketika marak Pemilukada, agamawan malah jadi juru kampanye atau jadi calon," kata Ketua Umum PB PMII Addin Jauharudin dalam seminar nasional yang berlangsung di Kantor PBNU Jakarta, Jumat (30/9/2011).
Addin berpendapat, agamawan semestinya menjalankan perannya sebagai jembatan moral, yang artinya ada di posisi netral.
Utamanya, dalam kondisi dimana suara-suara dari berbagai pihak yang menyuarakan ajakan kebenaran tak lagi mau didengar. "Idealnya agamawan mengayomi umat, tidak terlibat satu dua kelompok," ungkapnya.
(Muhammad Saifullah )