DELI SERDANG- Ribuan petani melakukan aksi pemblokiran Bandara Internasional Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sejak pagi tadi.
Dengan berjalan kaki, ratusan petani ini masuk ke dalam areal pembangunan Bandara Kuala Namu dan memblokir pintu masuk pembangunan bandara bertaraf internasional itu, Rabu (19/10/2011)
Dalam aksi itu, massa menuntut pihak bandara untuk mengganti rugi tanaman jagung yang diduga diracun oleh pihak PT Angkasa Pura selaku pengawas pembangunan Bandara Kuala Namu.
Akibat penghadangan ini, truk-truk pengangkut material bagunan yang akan masuk ke dalam maupun sebaliknya terganggu. Antrean truk pengangkut material pun tidak dapat terhindarkan.
Selain itu pendemo yang sebagian terdiri dari kaum ibu-ibu, mendirikan tenda sebagai tanda mereka akan melakukan aksi menginap jika permasalahan mereka tidak segera ditanggapi oleh pihak bandara.
Sempat terjadi adu mulut antara petani dengan pihak kepolisian saat massa memaksa untuk masuk ke dalam areal pembangunan bandara. Namun keributan itu tidak berlangsung lama setelah salah seorang petugas memberi penjelasan kepada petani.
Saipul, salah seorang petani, mengatakan kedatangan petani hanya untuk menuntut ganti rugi atas tanaman yang diduga diracun oleh pihak Angkasa Pura, namun niatan mereka dihadang petugas keamanan dan Provos. Hingga kini pihak Bandara Kuala Namu belum ada yang yang bersedia menemui petani.
(Kemas Irawan Nurrachman)