JAKARTA - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menganggap polemik soal pergantian dirinya sebagai menteri sudah selesai.
Namun, dia tetap menyayangkan pernyataan Mensesneg Sudi Silalahi yang telah dianggap merusak nama baik diri dan keluarganya tersebut.
"Bagi saya pribadi beserta keluarga, masalah reshuffle sebenarnya sudah selesai, dan tidak menjadi penting lagi untuk mengetahui apa alasan dibalik pemberhentian tersebut," kata Fadel dalam jumpa pers di rumah dinasnya Jalan Widya Chandra V No. 26, Jakarta, Sabtu (22/10/2011).
Setelah dirinya merenung,dia merasa kebijakannya selama menjadi menteri terlampau keras dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat dalam bidang ekonomi.
"Setelah saya inrospeksi serta mendapat masukan dari teman-teman, saya baru menyadari bahwa selama memperjuangkan kepentingan ekonomi rakyat terlampau keras, baik itu dalam penolakan impor garam dan ikan, penanganan masalah tambak udang Dipasena," paparnya.
"Sehingga jika dimetaforakan dengan perebutan dengan perebutan pengaruh antara ekonomi kerakyatan yang berdasarkan konstitusi bersus ekonomi pasar bebas, maka kebijakan yang saya buat dianggap berpotensi merugikan kepentingan para penganut ekonomi pasar bebas. Sikap dan tindakan saya yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi pro rakyat adalah sebuah mandat dan ini merupakan ideologi yang harus diperjuangkan secara sungguh-sungguh dan bukan sekadar retorika," jelasnya.
(Dede Suryana)