PURWAKARTA - Sebuah truk boks mengangkut ribuan dus susu dibajak perampok di jalur Pantura, siang tadi. Korban sempat dianiaya dan dibuang di dekat pintu tol.
Sahlan (63), sopir truk yang mengangkut sekira 1.600 dus susu merek Lactamil bernomor polisi B 9294 AK, mengatakan kawanan perampok itu mengaku sebagai anggota polisi. Dia tidak berkutik saat kawanan perampok itu menodongkan pistol.
Tangan pria asal Kampung Kelapa Gada RT 02/01, Desa/Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, itu langsung dilakban.
Setelah dibuang, Selasa (22/11/2011) siang, bapak dengan empat anak ini langsung melaporkan pembajakan itu ke petugas Satreskrim Polres Purwakarta.
Pembajakan, jelas Sahlan, dilakukan oleh lima orang. Dia mengemudikan truk dari Yogyakarta hendak mengantarkan susu ke PT Tiga Raksa di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.
Di jalur pantura perbatasan Brebes-Cirebon, truk dipepet mobil Avanza hitam. Pelaku naik ke truk dan mengatakan bahwa Sahlan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Mabes Polri.
Berikutnya, sopir diikat di mobil Avanza dengan kedua tangan, mulut, dan mata dilakban. Karena berusaha melawan, Sahlan sempat dipukul telinganya dengan gagang pistol hingga mengeluarkan darah.
Kawanan perampok kemudian berpencar. Sebagian membawa kabur truk berikut isinya, sebagian lainnya membawa korban menuju tol Cikampek. Sebelum gerbang tol Sadang, Purwakarta, korban dibuang.
Hingga kini, korban masih dimintai keterangan di Mapolres Purwakarta. Akibat kejadian kejadian ini kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.
(Dian AF)