DEMAK - Memprihatinkan nasib seorang seniman lukis dan ukir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, ini. Tumor ganas di leher membuatnya tidak bisa lagi berkarya dan memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Pria bernama Wiryawan (39) itu juga tidak memiliki uang untuk mengobati tumornya yang semakin membesar. Untuk hidup sehari-hari dan membiayai sekolah dua anaknya, Wiryawan mengandalkan bantuan sesama seniman lukis.
Sejak setahun terakhir pelukis asal Desa Bakung, Kecamatan Mijen, Demak, itu tak lagi bisa beraktivitas.
Menurut Wiryawan, Minggu (4/12/2011), untuk membuat sebuah lukisan atau sket, dibutuhkan konsentrasi dan keselarasan antara hati, pikiran, dengan tangan. Sementara dia tidak bisa duduk lama karena merasa nyeri di leher.
Seniman yang sempat bergabung dengan Sanggar Sumpah Perupa Yogyakarta, itu menjadi pelukis dinding sejumlah vihara dan klenteng.
Wiryawan menuturkan, tumor yang dideritanya bermula saat dia merasakan sakit kepala. Selain itu, di leher sebelah kiri, tepatnya di bawah telinga, muncul benjolan. Sakit kepala semakin menjadi saat benjolan mengeras.
Dokter sempat mendiagnosa Wiryawan menderita pembengkakan kelenjar leher dan disarankan menjalani operasi. Pascaoperasi, kondisinya sempat membaik, namun tak berlangsung lama.
Sejak sembilan bulan terakhir bengkak di lehernya semakin menjadi. Kini benjolan juga tumbuh di leher kanannya.
Usaha istrinya, Siti Nur Istianah, untuk mengurus Jamkesmas ke kepala desa dan kecamatan hingga kini belum membuahkan hasil.
Kepala Bidang Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Soekardjo, yang dihubungi melalui telepon, mengatakan kewenangan menentukan kepesertaan Jamkesmas ada pada Kementerian Kesehatan.
Sejak 2008 lalu, tidak ada penambahan jumlah atau kuota peserta Jamkesmas. Namun berdasarkan rakor evaluasi Jamkesmas, Kementerian Kesehatan, berencana menambah kuota peserta berdasarkan data hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) 2010 lalu.
Bisa jadi Wiryawan masuk dalam daftar calon penerima Jamkesmas yang diperkirakan peluncurannya pada awal 2012 mendatang.
(Dian AF)