JAKARTA- Pria yang melakukan aksi bakar diri di depan Istana Merdeka, Jakarta dinilai sebagai bentuk protes dan cerminan rasa frustasi masyarakat terhadap tekanan kehidupan sosial dan ekonomi.
"Aksi bakar diri itu sebagai gambaran betapa frustasinya masyarakat atas tekanan sosial dan ekonomi yang tak menentu," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane saat dihubungi okezone, Kamis (8/12/2011).
Selain itu lanjut Neta aksi ini sebagai bentuk protes kepada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dan ini harus menjadi perhatian bagi SBY agar dengan adanya kasus ini agar jangan sampai nanti banyak yang melakukan aksi bakar diri di depan Istana.
"Ini sebagai protes kepada pemerintah. Jika memang pria itu ingin bunuh diri bisa saja dilakukan di rumah, kenapa harus ke Istana," ucapnya.
Sebelumnya, pria yang diperkirakan berusia 40 tahun itu melakukan aksi bakar diri sekuira pukul 17.20 WIB kemarin. Belum bisa dipastikan apakah aksi tersebut bagian dari unjuk rasa atau bunuh diri. Pria tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk menjalani perawatan intensif.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari seorang mahasiswa Universitas Bung Karno, Deny Ardiansyah, yang sempat datang ke RSCM, pria tersebut menderita luka bakar serius di bagian perut ke atas.
"Kondisinya saat ini masih kritis." sebut Deny ditemui di RSCM semalam.
(Carolina Christina)