JAKARTA - Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo berharap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih tidak terjebak dalam skenario hitam pimpinan KPK lama dalam kasus suap Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang menyeret istri mantan Wakapolri, Nunun Nurbaetie.
"Ini PR KPK baru jangan kena jebakan batman skenario hukum yang lama," ujar Bambang di Gedung DPR Senayan Jakarta, Senin (12/12/2011).
Bambang menambahkan penangkapan Nunun pada Sabtu, 10 Desember lalu telah membuat jaringan baru dalam kasus tersebut, sehingga KPK tidak bisa bertindak apa-apa.
Hal itu karena sejak awal ada pihak-pihak yang ingin menyelamatkan mantan Deputi Gubernur Senior Miranda Swaray Goeltom dari jeratan kasus tersebut.
"Kenapa, karena dari awal ada tangan-tangan yang ingin menyelamatkan Miranda, kenapa? Karena tuduhan terhadap temen-teman yang ada di Cipinang dan Salemba adalah gratifikasi. Nunun urusannya apa terhadap gratifikasi?," tutur Bambang.
Kata Bambang, sejak awal kasus tersebut sudah terang benderang siapa pelaku dibalik pemberian cek pelawat senilai Rp28 miliar tersebut.
"Dari konstruksi hukum ini saja dari awal sudah memperlihatkan yang punya motif adalah Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (Miranda) itu," katanya.
Bambang optimis kasus tersebut tidak hanya berhenti pada Nunun, melainkan akan menyeret Miranda. "Oh enggak dong, di Miranda dong, kan yang menikmati jadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia kan Miranda," ucap wakil ketua bendahara DPP Partai Golkar ini.
Bambang berharap dengan tertangkapnya Nunun akan membuka nama-nama lain dan berharap Miranda akan membukanya sendiri. "Jangan terlalu jauh, kalau ada yang lain biar Miranda aja yang buka," tutupnya.
(Amril Amarullah)