TEMANGGUNG - Aktivitas Gunung Sindoro yang fluktuatif membuat warga yang bermukim di sekitar lereng gunung resah. Warga tak henti-hentinya mendatangi pos pemantau untuk melihat secara langsung data perkembangan aktivitas gunung.
Suasana Pos Pengamatan Gunung Sindoro Sumbing yang terletak di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pun tak pernah luput dari kunjungan para warga sejak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Sindoro dari Normal Aktif menjadi Waspada pada 5 Desember lalu.
Maklum, belakangan beredar isu di kalangan warga yang menyebutkan Sindoro akan meletus. Bahkan ratusan warga di beberapa dusun di Kabupeten Temanggung sudah meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi.
Khamidi, warga Desa Jumprit, Kecamatan Ngadirejo, Sabtu (17/12/2011), mengaku terpaksa menanyakan langsung ke petugas pos pengamatan lantaran keluarganya khawatir dengan kondisi Sindoro.
Sementara itu berdasarkan dari data pos pengamatan sudah terjadi sembilan kali gempa vulkanik dalam, 15 kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa tektonik jauh, satu kali gempa tremor, dan 18 kali gempa embusan.
Petugas mengimbau kepada warga di lereng Gunung Sindoro untuk tidak panik namun tetap waspada. Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius dua kilometer dari Kawah Jolotundo.
(Anton Suhartono)